Lestari, Hernida Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Bahaya Rokok dengan Perilaku Merokok pada Remaja: Systematic Literature Review Tanesib, Hendra Lasarus; Lestari, Hernida Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1367

Abstract

Remaja rentan terpengaruh pergaulan lingkungan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi perokok remaja. Dalam beberapa tahun ke depan, perilaku merokok akan meningkat dan menjadi kebiasaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Metode yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review) dengan data berkata kunci relevan yang mengulas  tentang  hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja dari berbagai artikel dalam rentang waktu lima  tahun  terakhir  (2020-2025)  yang  dapat  diakses  di dalam Google schoolar. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan   bahwa   berdasarkan   berbagai   penelitian terdahulu  ditemukan  adanya  hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja  dimana  dapat  menjadi penyebab    kurangnya    pegetahuan    dan    mernurunnya prestasi  belajar.  Perilaku merokok menunjukkan adanya hubungan negatif antara  merokok  dengan  tingkat pegetahuan remaja. Diharapkan bahwa penelitian ini akan mendorong pembaca untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada perilaku merokok, terutama pada remaja. Selain itu, diharapkan bahwa penelitian ini akan menghasilkan manfaat bagi dunia pendidikan.
The Relationship Between Self-Stigma Levels and Medication Compliance in Patients with Severe Mental Disorders Lestari, Hernida Dwi; Pramujiwati, Desy; Sutisna, Didi; Suciana, Ewin
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 9, No 1 (2025): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v9i1.205

Abstract

Background: Medication adherence is a key factor in the successful treatment of patients with severe mental illness. However, the level of non-adherence remains relatively high and is often associated with various psychosocial factors, one of which is self-stigma. Self-stigma can influence patients' perceptions of the disease and treatment, potentially reducing adherence to regular medication use. Objective: This study aims to analyze the relationship between self-stigma levels and medication adherence in patients with severe mental illness. Methods: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 220 patients with severe mental illness undergoing treatment at a mental health service facility became the study respondents. The level of self-stigma was measured using the Internalized Stigma of Mental Illness (ISMI), while medication adherence was measured using the Medication Adherence Rating Scale (MARS). Data analysis was performed descriptively and inferentially using the Spearman correlation test and logistic regression with a significance level of p < 0.05. Results: The results showed that most respondents had moderate to high levels of self-stigma and more than half of respondents were non-compliant with medication. There was a significant negative relationship between self-stigma and medication adherence (r = −0.462; p < 0.001). Patients with high self-stigma are at greater risk of non-adherence to treatment. Conclusion: Self-stigma is significantly associated with medication adherence in patients with severe mental illness. Interventions focused on reducing self-stigma need to be integrated into mental health services to improve medication adherence and patient outcomes