Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep dan Prinsip Investasi Syariah bagi Generasi Milenial AlMubaroq, Misbakhul Munir; Mustofa, Budiman; Pradana, Muhammad Riezky
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 2 (2025): July (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i2.332

Abstract

Perkembangan era milenial telah membawa perubahan dalam cara individu memahami dan menerapkan konsep investasi. Generasi yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996 cenderung lebih memperhatikan aspek etika, keberlanjutan, serta dampak sosial dalam keputusan investasi mereka. Dalam hal ini, ekonomi syariah yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam semakin relevan. Artikel ini bertujuan untuk menggali pemahaman mengenai investasi dalam ekonomi syariah di era milenial, dengan menyoroti aspek pengertian dasar investasi, prinsip-prinsip syariah, serta batasan dan aturan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa investasi syariah menggabungkan prinsip-prinsip investasi konvensional dengan nilai-nilai Islam. Prinsip tersebut meliputi strategi membeli aset dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi, pemahaman mendalam terhadap objek investasi, serta analisis pertumbuhan nilai aset. Selain itu, investasi syariah menekankan pentingnya kehalalan, keberkahan, pertumbuhan nilai, serta penerapan prinsip realistis dalam pengelolaannya. Lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial, investasi syariah bertujuan memperoleh keberkahan spiritual dan manfaat sosial. Prinsip ekonomi Islam mendorong praktik investasi yang adil, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini selaras dengan upaya pasar modal dalam menarik minat generasi milenial untuk menjadi investor syariah yang berpegang pada prinsip ekonomi Islam. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, investor tidak hanya memperoleh keuntungan sesuai ajaran Islam, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial.
Sacrificial Worship in The Perspective of Islamic Law and The Challenges of Animal Rights and Veganism Pradana, Muhammad Riezky; AlMubaroq, Misbakhul Munir
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 5 No. 1 (2026): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v5i1.343

Abstract

The practice of Qurban is a fundamental part of Islamic teachings, carrying both spiritual and social values. Spiritually, it reflects submission to Allah SWT, while socially, it promotes care and generosity toward the less fortunate. Conducted annually during Eid al-Adha, Qurban has been practiced since the time of Prophet Ibrahim AS and holds a significant place in Muslim communities. However, in contemporary discourse, this ritual has faced criticism, particularly from animal rights activists and vegan advocates who see animal slaughter as exploitation and cruelty toward sentient beings. This raises questions about whether Islamic traditions align with modern principles of animal welfare. This article explores Qurban from the perspective of Islamic law and examines how Islamic teachings respond to the ideological challenges posed by animal rights and veganism. Using a normative approach and library research method, it analyzes Qur’anic texts, Hadith, classical and modern Islamic jurisprudence, and fatwas. The findings show that Islam upholds strong ethical guidelines in animal treatment, emphasizing ihsan (compassion), requiring that animals be slaughtered with kindness and proper procedure. Thus, when conducted ethically, Qurban aligns with animal welfare principles. The study encourages constructive dialogue between religious values and modern ethics in a multicultural society.