Sulistiono Shalladdin Albany
Universitas Muhammadiyah Klaten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PPTQ AL-AMIR KLATEN Sulistiono Shalladdin Albany; Azka Amalina; Tasya Zahra Sabrina Ukhti; Muhammad Choiru Rozak; Rajun Wagola
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.284

Abstract

Terdapat berbagai macam metode pembelajaran dalam Pendidikan non formal khusus kelas penghafal Qur’an, metode pembelajaran tersebut menyesuaikan dengan kepentingan para pendiri pondoknya masing-masing, sehingga tidak ada formulasi paten terkait metode pembelajaran di pondok tahfidz Qur’an. Saat ini di dunia Pendidikan sedang marak penggunaan metode pembelajaran deep learning dari Pendidikan usia dini hingga Tingkat perguruan tinggi. Penelitian kualitatif studi kasus ini ingin mengungkap secara faktual terkait pembelajaran di pondok tahfidz Al-Amir yang menggunakan atau bisa disamakan dengan metode pembelajaran deep learning dengan tiga pendekatan meaningful, mindful dan joyful yang sedang marak saat ini. Hasil dari penelitian studi kasus di pondok tahfidz Al-Amir yaitu terdapat beberapa mata Pelajaran atau dirosah yang dalam proses pembelajarannya menggunakan pendekatan meaningful, mindful dan joyful.
Profil Dan Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Al-Qur’an Kajian Aksiologi Pendidikan Islam Sulistiono Shalladdin Albany; Hendri Susilo; Yahya Nurudin
Jurnal Man-anaa Vol. 2 No. 1 (2025): Man Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v2i1.357

Abstract

Kajian ini akan mengenalkan tentang aspek aksiologi dalam pendidikan yang akan dipertemukan dengan konsep tujuan penciptaan manusia dalam Al-Qur’an, maka dari situ lahirlah salah satu konsep dari Aksiologi Pendidikan Islam dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bersifat literatur dan termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan. Hasil kajian literatur ini. Teori tentang nilai dan tujuan Pendidikan Islam merupakan intidari aksiologi pendidikan. Sehingga menelaah manusia dari segi profil dan tujuan penciptaan dalam Al-Qur’an merupakan pengembangan dari konsep aksiologi pendidikan Islam. Manusia sebagai subyek dan obyek pendidikan pasti membutuhkan proses pendidikan. Dan menelaah konsep An-Nas, Al-Insan, Al-Basyar, Bani Adam membantu dalam pengembangan dan pemetaan nilai dan tujuan Pendidikan. Hasil dari pembahasan tentang Aksiologi pendidikan Islam dalam Al-Qur’an tentang profil dan tujuan Penciptaan Manusia adalah pendidikan wajib memiliki prinsip nilai dan tujuan menjadikan manusia meningkat dan berkembang sebagai Hamba Allah swt yang beriman
TANGGUNG JAWAB DAN KETELADANAN AYAH DALAM FAMILY CULTURE: PENDEKATAN COLLECTIVEEDUBEHAVIOR CHANGE (CEBC) Muh. Fatahillah Suparman; Arifah Cahyo Andini Suparmun; Muhammad Syafe’i; Shafa Alistiana Irbathy; Sulistiono Shalladdin Albany
ASA Vol 8 No 2 (2026): AGUSTUS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/asa.v8i2.228

Abstract

Fatherly role modelling in Muslim families is an important aspect of parental responsibility that concerns not only the relationship between parents and children but also the formation of family culture and behaviour. This study aims to analyse the responsibility and role modelling of fathers in developing Family Culture through the Collective EduBehavior Change (CEBC) approach and to formulate the process of behavioural change from the individual level toward collective behaviour within Muslim families. This study employs normative legal research using a conceptual approach and library research. The materials examined include the Qur'an, hadith, Islamic legal literature, family jurisprudence, as well as literature on education, parenting, corporate culture, and behaviour change. The analysis was conducted descriptively and analytically by connecting the principles of family responsibility and paternal role modelling with the stages of CEBC. The findings indicate that paternal role modelling can serve as an initial point for developing Family Culture through a process of consciousness, choice, commitment, action, reinforcement, group norm, environmental support, and habit, which subsequently develops into collective behavior change. Thus, Family Culture is not formed instantaneously but develops through an educational process and consistent role modelling in family life. The CEBC approach provides a conceptual framework for explaining how paternal responsibility and role modelling can contribute to the formation of positive habits, norms, and culture within Muslim families