Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan Abdul Syaban; Abidan
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v8i4.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pembinaan kinerja guru di SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan; 2) untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pengawasan atau supervisi kinerja guru di SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan; 3) untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pembinaan di siplin kinerja guru di SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan; dan 4) untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam pemberian motivasi dan penghargaan untuk meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Sedangkan Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 12 orang guru SMA Negeri 1 Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis Kualitatif melalui tiga komponen yakni Reduksi data, Penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pembinaan kinerja guru yakni: pertama pembinaan guru dalam hal memelihara program pengajaran di kelas, Kedua, pembinaan guru dalam hal menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi belajar anak didik, dan Ketiga, pembinaan guru dalam memperbaiki situasi belajar anak didik; 2) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pengawasan atau supervisi kinerja guru yakni; pertama, mengunjungi langsung ruang kelas dimana guru melaksanakan proses pembelajaran, untuk mengamati proses belajar dan mengajar dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan guru di dalam mengajar, dan kedua, mengamati para guru yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa masuk dalam ruang kelas; 3) Pembinaan di siplin kinerja guru yakni pertama yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah menjadi contoh terhadap guru-guru dengan datang lebih awal dan langsung mengecek kehadiran guru di depan pintu gerbang, dengan begini diharapkan dapat menjadi contoh bagi guru-guru yang disiplinnya kurang untuk menjadi lebih baik lagi; dan kedua adalah melakukan pengecekan langsung kehadiran guru melalui datang langsung menyapa guru di ruang kerja, juga mencek kehadiran guru di dalam kelas; dan 4) Strategi kepala sekolah dalam pemberian motivasi dan penghargaan untuk meningkatkan kinerja guru yakni dalam hal pemberian motivasi kepala sekolah membagi dalam dua bagian yakni: a) motivasi langsung, kepala sekolah memberikan arahan dan nasehat kepada guru dalam forum rapat dan kepala sekolah mengirimkan guru mengikuti pelatihan di luar sekolah; dan b) motivasi tidak langsung yaitu kepala sekolah memberikan contoh secara pribadi kepada semua guru dalam melaksanakan kinerja. Sedangkan dalam hal pemberian penghargaan kepala sekolah membagi juga kedalam dua bagian yakni a) penghargaan berbentuk materi yaitu pemberian insentif tambahan yang di berikan oleh pihak sekolah dan b) penghargaan non materi yaitu piala, piagam, peningkatan jabatan dan penambahan jam mengajar.
Decoding Organizational Culture Dynamics in Bureaucratic Reform: A Phenomenological Study Among Indonesian Public Sector Employees Indira Yuana; Rince Tambunan; Abdul Syaban; Muh. Nur; Asraf
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIAKES Edisi Oktober 2025
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v13i5.4069

Abstract

Organizational culture in the public sector plays a critical role in driving bureaucratic reform and institutional transformation. In Indonesia, however, entrenched hierarchical norms, generational value gaps, and employment status disparities between civil servants and non-civil servants (contractual staff) pose significant challenges to inclusive and adaptive cultural change. This study explores how employees interpret and respond to these cultural shifts through a phenomenological lens. Using Interpretative Phenomenological Analysis, data were collected from 12 informants across central and local government agencies, representing diverse generations and employment statuses. The findings reveal five key themes: the transition from bureaucratic to adaptive cultures, internal employee challenges, the role of transformational leadership, polarization based on employment status, and aspirations for inclusivity. Non-civil servant employees often experience exclusion and limited recognition, while younger generations face structural resistance to innovation. Despite reforms, informal norms and unequal treatment persist, highlighting the gap between espoused values and actual practice. This study underscores the importance of leadership consistency, inclusive HR strategies, and culturally sensitive change management. By capturing employees’ lived experiences, this research contributes to a deeper understanding of organizational culture in the public sector. It offers strategic insights for more equitable and context-responsive bureaucratic transformation in developing countries.
Quality, Affordability, and Perceived Value in Low-Income Consumers’ Daily Purchase Decisions Ayuningtyas Putri Mumpuni Halim Asy'ary; Wahyuni Rahmah; Abdul Syaban; Asraf Asraf
Research Horizon Vol. 6 No. 3 (2026): Research Horizon - Juni 2026
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.6.3.2026.1414

Abstract

Low-income consumers are often viewed as highly price-sensitive market actors; however, recent studies suggest that their purchasing decisions are shaped not only by affordability considerations but also by product quality and perceived value. This study aims to examine the effects of perceived price affordability and perceived product quality on purchase decisions, as well as the mediating role of perceived product value among low-income consumers. A quantitative cross-sectional survey design was employed, involving 160 low-income consumers selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that perceived price affordability positively affects perceived product value and purchase decision. Perceived product quality also has positive effects on perceived product value and purchase decision, and represents the strongest predictor of perceived product value. Furthermore, perceived product value positively influences purchase decisions. Mediation analysis reveals that perceived product value significantly mediates the relationship between perceived product quality and purchase decision, but does not mediate the relationship between perceived price affordability and purchase decision. The findings suggest that low-income consumers evaluate affordability and quality simultaneously, with product quality playing a central role in value formation and purchasing decisions.