Muhammad Anas
Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Halu Oleo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model INoSIT untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi Sains Siswa Pada Materi Optika Geometri Kelas XI SMA Ahmad Wahid; Amiruddin Takda; Muhammad Anas
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v9i1.102

Abstract

Literasi Sains sangat perlu pada pengembangan sumber daya manusia yang dapat diimplementasikan pada pembelajaran di sekolah. Namun, perangkat pembelajaran yang di buat oleh sekolah belum mencapai pada indikator kompetensi literasi sains bagi peserta didik menjadi latar belakang dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model INoSIT (Integration Nature of Science in Inquiry With Technology) berupa RPP dan LKPD, dan Instrumen tes yang memenuhi unsur valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi literasi sains peserta didik SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain Research and Development dengan menggunakan model four-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, untuk validitas perangkat menggunakan lembar validasi, untuk uji kepraktisan dengan menggunakan angket respon guru dan peserta didik, dan uji keefektifan yakni dengan pemberian tes (pretest-posttest) menggunakan soal dengan bentuk soal pilihan ganda sebanyak 15 nomor yang sudah tervalidasi CVR (content validation ratio). Subjek dari penelitian ini sebanyak 35 Siswa kelas XI IPA 1 SMAN 9 Kendari. Hasil penelitian diperoleh perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid dengan menggunakan aiken formula menghasilkan nilai reliabilitas sangat tinggi untuk RPP dan LKPD yakni sebesar 0,8 dan 0,86. Hasil kepraktisan peserta didik di atas 75% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas perangkat pembelajaran memperoleh N-gain (0,7) dengan kategori sedang. Sehingga disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran model INoSIT pada Optika Geometri dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Fisika untuk meningkatkan kompetensi literasi sains peserta didik.
Analisis Persepsi Guru dan Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 Mata Pelajaran IPA dan Fisika di Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Evan Padilla; Muhammad Anas; Amiruddin Takda
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v9i3.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memaparkan persepsi guru dan peserta didik terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA dan Fisika di Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan; (2) Memaparkan kendala yang dihadapi oleh guru dan peserta didik terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA dan Fisika di Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan. Populasi penelitian ini adalah seluruh jumlah sampel yaitu 85 peserta didik kelas VII, VIII dan IX SMP Negeri 1 Wawonii Barat dan 95 peserta didik kelas X, XI MIPA dan XII MIPA SMA Negeri 1 Wawonii. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket atau kuisioner dan wawancar terhadap pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 mata pelajaran IPA dan Fisika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan; (1) persepsi guru terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA dan Fisika di SMP Negeri 1 Wawonii Barat memiliki kategori kurang sekali denganĀ  persentase sebesar 47% dan persepsi guru di SMA Negeri 1 Wawonii memiliki kategori kurang sekali dengan persentase sebesar 44%. Sedangkan persepsi peserta didik terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA dan Fisika di SMP Negeri 1 Wawonii Barat memiliki kategori kurang sekali dengan jumlah persentase sebesar 47% dan persepsi peserta didikĀ  di SMA Negeri 1 Wawonii memiliki kategori kurang sekali dengan persentase sebesar 46%, sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran daring tidak layak di gunakan pada SMP Negeri 1 Wawonii Barat dan SMA Negeri 1 Wawonii. (2) Kendala pembelajaran daring adalah keterbatasan pengunaan Handphone bagi peserta didik, jaringan yang kurang memadai, kurangnya interaksi guru dan peserta didik, peseta didik yang tidak antusias dalam mengikuti proses pembelajaran daring, adanya gangguan dari lingkungan sekitar, dan kendala pemahaman materi.