Yudi Guntara
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Physics Parameter Monitoring System (PPMs) Berbasis IoT untuk Edukasi Polusi Udara dan Pembelajaran Pemanasan Global Jahrotun Nufus; Yudi Guntara; Rahmat Firman Septiyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v10i2.173

Abstract

Materi pemanasan global adalah materi yang penting untuk dipelajari karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat, tetapi karena kurangnya media pembelajaran yang saat ini. Oleh sebab itu diperlukan media pembelajaran yang bisa menerapkan konsep yang lebih kontekstual seperti parameter yang real time dan bisa menjelaskan dengan jelas konsep dari pemanasan global agar tidak bersifat abstrak karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran tentang Physics Parameter Monitoring System (PPMs) berbasis IoT pada materi pemanasan global di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jenis penelitian in adalah Research and Development (penelitian dan pengembangan). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Four-D Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Develop. Berdasarkan penilian dari tiga validator untuk media, rata-rata diperoleh adalah sebesar 4,47. Media pembelajaran Physics Parameter Monitoring System (PPMs) Karbon monoksida dan karbon dioksida dari segi media masuk kategori sangat layak untuk dikembangkan. Berdasarkan penilaian dari tiga validator untuk materi, rata-rata nilai yang diperoleh adalah sebesar 4,42. Media PPMs dari segi materi masuk kategiri sangat layak untuk dikembangkan. Rata-rata validasi ahli media dan materi diperoleh sebesar 4,44 dengan kategori sangat layak. Dengan melakukan perbaikan pada beberapa aspek yang dapat membuat media ini menjadi lebih baik lagi.
Studi Fenomenologi: Perspektif Siswa Daerah Rawan Bencana Longsor Cibeber Lebak Terhadap Relevansi Pembelajaran Fisika Yoni; Yudi Guntara; Devi Ayu Nur'aini
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 11 Issue 1, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v11i1.4076

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengeksplorasi perspektif siswa yang tinggal di daerah rawan bencana longsor terhadap relevansi pembelajaran fisika. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta desain penelitian fenomenologis, hal ini memungkinkan untuk memahami pengalaman hidup (lived experiences) secara mendalam. Informan penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang terdiri atas satu guru fisika laki-laki dan sembilan siswa kelas XII, dengan rincian dua siswa laki-laki dan tujuh siswa perempuan, yang merupakan guru serta siswa SMAN 1 Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, dengan ditentukan melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur yang didukung oleh rekaman audio dan dokumentasi selama wawancara berlangsung. Keabsahan dari data dijaga melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara siswa serta guru. Analisis data mengacu pada pendekatan fenomenologi Moustakas yang meliputi tahap epoche, identifikasi pernyataan signifikan, serta pembentukan tema melalui proses transkripsi, coding, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukan, pengalaman hidup siswa di daerah rawan bencana longsor dapat membentuk pemahaman kontekstual terhadap fenomena alam, termasuk kemampuan untuk menghubungkan konsep fisika seperti gaya, gravitasi, tekanan gerak dan konsep lainnya dengan bencana longsor. Meskipun demikian, pembelajarn fisika di sekolah cenderung tidak terlepas dari budaya hafalan rumus serta kurang kontekstual, akibatnya sebagian dari siswa berpandangan bahwa pembelajaran fisika kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari.