This Author published in this journals
All Journal Socio Religia
Khofipah, Nuzzulul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MODERASI BERAGAMA PADA KOMUNITAS SENI TAMAN SUROPATI JAKARTA Romlah, Listiyani Siti; Purnama, Rahmad; Khofipah, Nuzzulul
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13004

Abstract

Indonesia memiliki masyarakat yang multibudaya, Modernisasi beragama adalah kehidupan umat manusia yang berhubungan dengan kewjiban menjalankan ajaran agamanya dimana terpengaruhi oleh perubahan sistem politik, keagamaan, ekonomi psikologi, ilmu pegetahuan, kemajuan teknologi dan informasi.Sebagai bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyaksikan adanya bentrok sosial akibat banyak perbedaan cara pandang baik dalam  segi budaya, bahasa maupun masalah keagamaan. Bentrok sosial seperti ini tentunya dapat mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Tanah Air kita Indonesia, ada umat beragama yang memperkeruh pandangan keagamaannya dengan ritual budaya lokal seperti sedekah laut, sesajen, festival kebudayaan, atau ritual budaya lainnya sehingga Agama tidak murni lagi karena disebabkan tercampur oleh kebudayaan. Dalam kasus  lain kita  menjumpai adanya penolakan pembangunan rumah ibadah di suatu daerah, meski syarat dan ketentuannya sudah di penuhi namun,Karena umat mayoritas di daerah itu tidak menghendaki, masyarakat pun jadi berkelahi dan Alhasil tidak dapat terlaksana dengan baik. Konflik kemasyarakatan dan pemicu ketidak harmonisan  masyarakat yang pernah terjadi dimasa lalu berasal dari kelompok ekstrim kiri (komunisme) dan ekstrim kanan (Islamisme). Yudi (2014 : 251) menyebutkan  ancaman disharmoni dan ancaman negara kadang berasal dari globalisasi dan Islamisme, disebut dua fundamentalisme : pasar dan agama[1].Dalam hal  fundamentalisme agama, maka penting menghindari disharmoni perlu ditumbuhkan  cara beragama yang moderat, atau cara ber-Islam yang inklusif atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. hal yang dapat kita tanamakan dalam setiap diri adalah jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang namun jadikanlah sesuatu yang wajib kita syukuri sebagai keindahan yang akan mewujudkan suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Komunitas Taman Seni Suropati Jakarta sebagai salah satu wadah yang dapat mempersatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang menjungjung tinggi moderasi beragama sehingga toleransi di dalamnya tetap terjaga.[1] Faisal Ismail, Islam, Droktin dan Isu-Isu Kontemporer. (Yogyakarta: IRCiSoD, 2016) h.58-59