Kemiskinan merupakan kondisi ketidak mampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang maupun papan. Kemiskinan tidak hanya dialami oleh masyarakat pedesaan saja namun masyarakat perkotaan pun mengalaminya. Kemiskinan berdampak negatif yakni menjadi awal penyebab seseorang melakukan tindakan deviasi sosial karena desakan tuntunan ekonomi. Permasalahan sosial ini dapat dijumpai di kelurahan Kelapa Tiga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi kemiskinan di Kelurahan Kelapa Tiga Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung dan bagaimana dampak kemiskinan terhadap deviasi sosial di Kelurahan Kelapa Tiga Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu informan yang telah ditetapkan yaitu informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan empat komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan akhir. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontrol sosial.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi kemiskinan di kelurahan Kelapa Tiga dialami oleh masyarakat dengan pendapatan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, tidak memiliki pekerjaan yang tetap, rumah yang tidak layak huni serta pendidikan yang rendah. Kemiskinan berdampak pada hal yang negatif yakni awal dari tindakan deviasi sosial. Upaya untuk mengatasi kemiskinan dan deviasi sosial sudah dilakukan oleh semua pihak terkait seperti pihak kelurahan, pihak kepolisian, tokoh Agama dan pihak tokoh masyarakat. Jenis deviasi sosial di kelurahan Kelapa Tiga sangat variatif seperti deviasi sosial negatif, primer, sekunder, individu, kelompok, situasional dan sistematik. Bentuk deviasi sosial yang variatif tersebut diantaranya pencurian, perjudian, minum- minuman keras dan penyalahgunaan obat-obat terlarang (narkoba). Selain kemiskinan, ternyata terdapat lain seseorang melakukan tindakan deviasi sosial yaitu faktor internal dan eksternal.