Kebutuhan manusia yang semakin kompleks memaksa seseorang harus terus berusaha untuk mencari pekerjaan demi bisa memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut manusia melakukan perubahan-perubahan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. Dalam penelitian ini, gerak perubahan yang dimaksud oleh peneliti adalah perubahan atau peralihan mata pencaharian masyarakat yang mengalami mobilitas menjadi buruh industri PLTU. Mobilitas sosial secara tidak langsung akan berdampak pada kesejahteraan pelaku mobilitasnya. Berdasarkan permasalahan diatas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah. tentang proses mobilitas sosial buruh PLTU dan PLTU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tarahan. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (Field reserch). Adapun sifat dari penelitian ini adalah Deskriptif yaitu penulis akan mendeskripsikan data temuan lapangan. Metode pengumpulan data berupa observasi dimana peneliti mengamati secara langsung dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Dalam wawancara yang digunakan kepada informan menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses mobilitas sosial masyarakat sehingga menjadi buruh di industri PLTU dikarenakan beberapa faktor pendorong yaitu, faktor ekonomi, faktor penggusuran lahan, faktor iklim dan faktor keahlian seseorang. PLTU memiliki peran yang sangat besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial keagamaan masyarakat desa melalui program-program yang dimiliki, yaitu, program pertanian, program ternak bergilir, subsidi pembangunan sarana dan prasarana desa, program sunat massal, program berbagi di bulan ramadhan, Program Sumur Bor Dan Kamar Mandi Permanen dan program pemotongan hewan qurban