Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KEPALA KELUARGA DALAM PERSPEKTIF PATRIS CORDE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KDRT Fernandez, Fransiskus Krowe; Mirsel, Robertus; Magung, Frederikus; Kau, Fransiskus Carli
LOGOS Vol. 22 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v22i1.4338

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dari kepala keluarga. Dalam konteks ini, peran kepala keluarga sangat penting sebagai pencegah KDRT. Melalui pendekatan Patris Corde, kepala keluarga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kasih, tanggung jawab, keberanian, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai ini dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan keluarga yang aman, memberikan apresiasi kepada anggota keluarga, serta menerapkan kepemimpinan yang melayani. Santo Yosef menjadi teladan dalam mendidik anak dan mengambil keputusan dengan melibatkan Tuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan keluarga dapat mencapai keharmonisan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, sehingga KDRT dapat dicegah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi kepala keluarga dalam menjalankan perannya dan menciptakan suasana keluarga yang ideal.
PERAN KEPALA KELUARGA DALAM PERSPEKTIF PATRIS CORDE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KDRT Fernandez, Fransiskus Krowe; Mirsel, Robertus; Magung, Frederikus; Kau, Fransiskus Carli
LOGOS Vol. 22 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v22i1.4338

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dari kepala keluarga. Dalam konteks ini, peran kepala keluarga sangat penting sebagai pencegah KDRT. Melalui pendekatan Patris Corde, kepala keluarga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kasih, tanggung jawab, keberanian, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai ini dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan keluarga yang aman, memberikan apresiasi kepada anggota keluarga, serta menerapkan kepemimpinan yang melayani. Santo Yosef menjadi teladan dalam mendidik anak dan mengambil keputusan dengan melibatkan Tuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan keluarga dapat mencapai keharmonisan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, sehingga KDRT dapat dicegah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi kepala keluarga dalam menjalankan perannya dan menciptakan suasana keluarga yang ideal.
Keramahtamahan Mendatangkan Berkat: Tinjauan Teologis atas Kejadian 18:1-15 dalam Perspektif Paus Fransiskus di Ensiklik Fratelli Tutti Pius Buto, Heribertus; Mirsel, Robertus
JURNAL PASTORAL KATEKETIK Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pastoral Kateketik (JPKAT)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapaa Deiyai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70343/k9w62z14

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana keramahtamahan dapat membawa berkat dalam perspektif Ensiklik Fratelli Tutti Paus Fransiskus, sebagaimana yang diperlihatkan oleh pengalaman Abraham dan Sarah dalam Kitab Kejadian 18:1-15. Teks tersebut menceritakan perjumpaan antara Abraham dan tiga orang yang datang kepada dia. Pertemuan ini terjadi di dekat pohon tarbantin di Mamre, di mana Abraham, menunjukkan keramahtamahannya lewat dua hal yakni gestur tindakan dan hidangan yang terbaik. Diakhir perjumpaan tanpa diduga sitamu menjanjikan bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan. Artikel ini menggunakan pendekatan naratif untuk mengarisbawahi pola dan teknik keramahtamahan yang mendatangkan berkat. Penulis menggarisbawahi keramahtamahan Abraham ini, dapat mengubah hidupnya dan membawa berkat yang tidak terduga. Melalui pendekatan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa keramahtamahan adalah tindakan yang muncul dari hati Abraham, ditunjukkan melalui perhatian penuh terhadap tamunya serta penerimaan dan jamuan yang penuh kasih kepada orang asing. Selaras dengan suara gereja dalam Ensikliknya Paus Fransiskus, Fratelli Tutti, keramahtamahan sebagai landasan persaudaraan dan persahabatan dalam kehidupan bersama