Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana keramahtamahan dapat membawa berkat dalam perspektif Ensiklik Fratelli Tutti Paus Fransiskus, sebagaimana yang diperlihatkan oleh pengalaman Abraham dan Sarah dalam Kitab Kejadian 18:1-15. Teks tersebut menceritakan perjumpaan antara Abraham dan tiga orang yang datang kepada dia. Pertemuan ini terjadi di dekat pohon tarbantin di Mamre, di mana Abraham, menunjukkan keramahtamahannya lewat dua hal yakni gestur tindakan dan hidangan yang terbaik. Diakhir perjumpaan tanpa diduga sitamu menjanjikan bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan. Artikel ini menggunakan pendekatan naratif untuk mengarisbawahi pola dan teknik keramahtamahan yang mendatangkan berkat. Penulis menggarisbawahi keramahtamahan Abraham ini, dapat mengubah hidupnya dan membawa berkat yang tidak terduga. Melalui pendekatan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa keramahtamahan adalah tindakan yang muncul dari hati Abraham, ditunjukkan melalui perhatian penuh terhadap tamunya serta penerimaan dan jamuan yang penuh kasih kepada orang asing. Selaras dengan suara gereja dalam Ensikliknya Paus Fransiskus, Fratelli Tutti, keramahtamahan sebagai landasan persaudaraan dan persahabatan dalam kehidupan bersama
Copyrights © 2025