Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PRINSIP DESAIN DK.CHING PADA RUMAH BUBUNGAN TINGGI Roosandriantini, Josephine; Setiawan, Ferdinard Hendra
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.2409

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keanekaragaman, hal ini membuat perbedaan dari satu tempat dengan tempat lainnya. Salah satu keanekaragaman yang terdapat di Indonesia terletak pada arsitektur yang tersebar di setiap tempat, baik secara nilai-nilai dari setiap budaya dan lingkungan sekitarnya. Perbedaan ini bisa terbentuk juga melakui bentuk denah, atap dan juga material yang digunakan, yang menjadi keunikan tersendiri dari setiap tempat. Sebuah bangunan tersusun dari elemen desain yang dibantu dengan prinsip-prinsip desain dalam menyusunnya menjadi sebuah bangunan yang unik. Prinsip desain DK.Ching merupakan salah satu pemikiran teori barat yang diterapkan dalam sebuah bangunan, sedangkan arsitektur nusantara juga sebagai sebuah bangunan. Apakah dalam wujud fisik arsitektur nusantara juga memiliki prinsip desain yang digunakan untuk menyatukan elemen desain tersebut? Obyek penelitian ini yaitu menggunakan rumah adat Bubungan Tinggi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur terutama prinsip DK. Ching. Prinsip DK. Ching itu membantu membuat indikator untuk teknik analisa data, yaitu tatanan pola massa, bentuk dasar ruang dan organisasi ruang. Tujuan penelitian ini untuk dapat membuktikan bahwa bangunan rumah adat juga memiliki penerapan prinsip desain DK.Ching, sehingga tidak hanya bangunan modern saja yang memiliki prinsip desain. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa rumah Bubungan Tinggi memiliki penerapan prinsip desain dari elemen desain yang tersusun.
Akulturasi Arsitektur Kolonial terhadap Perbedaan Iklim di SDN Ditotruman Lumajang dan Rumah Dinas Bakorwil Madiun Roosandriantini, Josephine; Poernama, Jessica Aprilia; Setiawan, Ferdinard Hendra; Limantara, Krisnina Dohan
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 21, No 1 (2023): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v21i1.62585

Abstract

The phenomenon of acculturation between Dutch and Indonesian cultures occurs a lot in colonial cultural heritage objects. This condition is a description of a Dutch building during the colonial period. Differences in climate are fundamental between the Netherlands and Indonesia, colonial buildings in Indonesia exist as a form of adaptation to the climate in Indonesia. Adaptations to colonial buildings in the form of openings, roof shapes, and ceiling heights. Acculturation can be seen in spatial patterns, and column shapes. The method in this study is descriptive qualitative, and data collection is a literature study related to colonial architecture. The objects in the field have colonial architectural characteristics in the exterior and interior elements. The purpose of this research is to analyze the architectural elements of colonial architecture in Indonesia. The results of the research can add insight into the forms of adaptation to climate in colonial architecture.