Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Pendidikan Akidah dalam Perspektif Khalifah Al Qadir Billah Abdurrohman, Muhammad Cholid; Setiawan, Lutfi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9743

Abstract

Akidah adalah pokok dan landasan ajaran Islam. Pengetahuan tentang akidah adalah dasar dari pengetahuan agama yang lain. Pendidikan Islam sebagai sistem harus menjadikan pendidikan akidah sebagai intinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan akidah Islam melalui perspektif Khalifah Al-Qadir Billah, yang dikenal dengan komitmennya terhadap ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Khalifah Al-Qadir Billah, yang memerintah pada masa akhir kejayaan Dinasti Abbasiyah, menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga pendidikan akidah di tengah pengaruh politik keluarga Buwaihi yang dominan. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan periode pemerintahan Al-Qadir Billah. Studi ini juga mengeksplorasi konsep pendidikan akidah dari perspektif tafsir tarbawi, yang menekankan pada pemahaman aqidah yang mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akidah pada masa Khalifah Al-Qadir Billah berfokus pada pembentukan individu yang taat dan berakhlak mulia, sesuai dengan idealisme Islam. Meskipun dihadapkan pada pergolakan politik dan tantangan dari tersebarnya pemahaman yang menyimpang, Khalifah Al-Qadir Billah tetap berupaya memperkuat pendidikan akidah melalui dukungan terhadap ulama dan penyebaran ilmu agama. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan akidah dapat diperkuat melalui kepemimpinan yang berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam, meskipun dalam kondisi politik yang tidak mendukung. Hal ini relevan untuk memahami dinamika pendidikan akidah dalam konteks sejarah Islam dan aplikasinya dalam konteks pendidikan modern.
Integrasi Tashfiyah dan Tarbiyah sebagai Pondasi Psikoterapi Islam: Kajian Konseptual Abdurrohman, Muhammad Cholid
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 4 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i4.11674

Abstract

Islamic psychotherapy has emerged as a response to the limitations of mainstream psychotherapeutic approaches that tend to adopt secular paradigms and insufficiently accommodate the spiritual dimension of Muslim clients. This article aims to examine and conceptualize the integration of tashfiyah (purification of the soul) and tarbiyah (continuous moral and psychosocial development) as a foundational framework for Islamic psychotherapy. The study employs a qualitative approach using a critical literature review of peer-reviewed journal articles, academic books, and systematic reviews in the fields of psychology of religion, mental health, and Islamic counseling. The findings indicate that tashfiyah functions as an intrapersonal therapeutic mechanism addressing spiritual purification, emotional regulation, and meaning reconstruction based on Islamic values, while tarbiyah serves as a preventive and rehabilitative psychosocial framework that sustains psychological change through value internalization and community support. The integration of these two principles results in a holistic and contextually grounded model of Islamic psychotherapy that extends beyond symptom reduction toward the transformation of life orientation and moral character. Nevertheless, this study also highlights the limited availability of empirical evidence supporting the clinical effectiveness of tashfiyah–tarbiyah-based psychotherapy. Further empirical research employing rigorous methodological designs is therefore required to validate the proposed model as an evidence-based practice in contemporary mental health care.