Anandita, Yoana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI PENDAMPINGAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT Anandita, Yoana; Krianto, Tri
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7449

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) menjadi bagian permasalahan TBC di dunia maupun di Indonesia. Berhasilnya pengobatan TBC RO dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satu yang mendukung adalah adanya pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan. Dalam proses pendampingan terjadi komunikasi antara pribadi pasien dan pendamping yang memberikan dukungan, motivasi dan menjadi panutan. Dalam komunikasi terkadang terjadi perbedaan bahasa yang digunakan antara pasien dan pendamping yang bisa menjadi hambatan. Komunikasi dengan bahasa daerah terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi selama pendampingan pengobatan TBC RO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan yang terdiri dari pengelola program pendampingan dan pendamping pasien. Hasil dari studi ini adalah bahasa daerah mempengaruhi keterbukaan dan penerimaan pasien terhadap keberadaan pendampingnya. Pemahaman pasien akan isi pesan juga lebih baik dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk pengembangan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan penggunaan bahasa daerah.
Pemberdayaan Edukasi sebagai Penguatan Perilaku Pencegahan COVID-19 pada UMKM Cilok Goreng Setiabudi Bandung: Empowerment of Education as Strengthening of COVID-19 Prevention Behavior in MSME Cilok Goreng Setiabudi Bandung Aldillasari, Editha; Nafis, Irfan; Meigasari, Meigasari; Anandita, Yoana; Rizky, Fadilla; Rindu , Ridhaninggar; Pratomo, Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2423

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan COVID-19 yang ditetapkan WHO sebagai pandemi global sejak Maret 2020 tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, melainkan juga pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Cilok Goreng Setiabudi Bandung adalah salah satu pelaku UMKM yang kurang terdampak COVID-19 dan terpilih untuk dilakukan pemberdayaan masyarakat terhadap edukasi pencegahan COVID-19. Tujuan: Memperkuat perilaku pekerja terhadap upaya pencegahan COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berlandaskan teori Health Belief Model melalui wawancara mendalam pada 15 pekerja cilok melalui aplikasi Zoom secara personal pada masing-masing informan. Hasil: Mayoritas para pekerja mendapat pengetahuan dasar COVID-19 dari berita di televisi. Persepsi kerentanan hanya dirasakan oleh lima orang pekerja bagian penjualan dikarenakan pekerjaan mereka yang mengharuskan bertemu banyak orang. Hampir seluruh pekerja merasakan ancaman COVID-19 yang berdampak pada kegiatan perekonomian mereka. Adapun hambatan dalam penerapan protokol kesehatan yang paling dirasakan adalah sulitnya memakai masker dan menjaga jarak. Para pekerja merasakan manfaat menerapkan protokol kesehatan, namun hanya sedikit diantara mereka yang mengetahui manfaat vaksin. Seluruh pekerja percaya diri dengan melaksanakan protokol kesehatan maka mereka akan terhindar dari COVID-19. Dorongan untuk melaksanakan protokol kesehatan didapat dari keluarga dan tokoh masyarakat sekitar. Untuk memperkuat perilaku pencegahan COVID-19, dilakukan intervensi secara informal melalui daring berupa penyuluhan, diskusi, serta kuis di akhir pertemuan dengan hasil akurasi jawaban sebesar 74,8%. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, para pekerja senantiasa melaksanakan protokol kesehatan dalam praktik keseharian, namun masih ada yang belum disiplin melakukan pencegahan COVID-19, maka dilakukan intervensi edukasi kepada para pekerja sebagai penguatan perilaku pencegahan COVID-19 pada UMKM ini.