Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LITERATUR REVIEW TENTANG PERSEPSI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU Fitri, Rahmi; Krianto, Tri
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v13i2.4586

Abstract

Indonesia memiliki beragam suku, budaya, adat istiadat dan kepercayaan.Penyakit TBC (Tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi menular yang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi. Masalahtersebut baik kematian maupun kesehatan yang terjadi pada masyarakat akibat penyakit TBC tidak terlepas dari faktor sosial budaya dan lingkungan. Disadari atau tidak pengaruh budaya terhadap status kesehatan masyarakat tidak dapat diabaikan begitu saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review yang membahas empat jurnal yang berkaitan dengan faktor sosial budaya pada penyakit TBC. Pada empat artikel yang dibahas semua nya sama bahwa faktor sosial budaya sangat besar pengaruhnya terhadap persepsi masyarakat tentang penyakit TBC yang mengakibatkan penyakit TBC mudah dan cepat menularkan kepada orang lain. Di daerah Sumatera Barat, NTT dan NTB masyarakat beranggapan penyakit TBC merupakan penyakit keturunan dan penyakit yang di guna - guna. Dapat disimpulkan bahwa untuk mengubah persepsi masyarakat yang erat kaitannya dengan sosial budaya, tenaga kesehatan dapat membuat program untuk mengubah persepsi masyarakat dengan melakukan pendekatan sosial budaya.
Perbandingan Diabetes Self Management Education Metode Ceramah Menggunakan Booklet dengan Metode Group Whatsapp terhadap Self Care BehaviorPasien Diabetes Mellitus: Perbandingan Diabetes Self Management Education Metode Ceramah Menggunakan Booklet dengan Metode Group Whatsapp terhadap Self Care BehaviorPasien Diabetes Mellitus Fitri, Dwi Elka; Sari, Siska Mayang; Krianto, Tri
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.297 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol4.Iss3.294

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that requires self-management education to prevent acute complications and reduce the risk of long-term complications. Diabetes Self Management Education (DSME) can be used as an effective method in improving self-care of patient with diabetes mellitus when discharged from the hospital. In the implementation of education in patients, many methods can be done. The lecturing method is one of the most commonly used methods in conducting health education, one of which is to used a booklet. Another method can be used is to use the whatsapp group application. The purpose of this study was to find out the differences between DSME method by using booklet and social media method on care behavior of diabetes mellitus patients. The research design of this study was quantitative by using quasy-experiment approach with two groups pretest-posttest. Sample in this research are diabetes patient in the outpatient room, the collecting sample was used concecutive sampling with 30 people divided into 2 groups. The analysis used was univariate and bivariate analysis using paired sample t-test and independent sample t-test. The independent t-test result were obtained p value = 0.001 is smaller than alpha value (p < 0.05) with different mean, namely -15,33. It can be concluded that diabetes self management education by using social media (whatsapp group) was more inluential in improving self care behavior than diabetes self management education by using lecturing method with booklet. From the results of this study, it is expected that hospitals can educate DM patients by following the DSME principle with the WhatsApp group method. Keys : diabetes mellitus, DSME, lecturing, Self Care Behavior, social media (WhatsApp group)
FAKTOR PASIEN DROP OUT PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIK Sari, Suci Kurnia; Krianto, Tri
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.902

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis (TB) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi. Pasien dengan tuberkulosis memerlukan perawatan ulang jika mereka gagal atau gagal dari pengobatan awal atau jika mereka kambuh setelah keberhasilan pengobatan awal. Pasien yang drop out berkontribusi menyebarkan virus kepada orang lain lebih dari sebelum mereka mendapatkan perawatan. Oleh karena itu penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor putus dari kejadian pengobatan tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis tentang Tuberkulosis terkait publikasi dan penelitian yang ada di Indonesia. Penelitian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan (literatur abu-abu) selama 2009-2019. Publikasikan data dari mesin pencari seperti google scholar, neliti, repositori online universitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 11 publikasi penelitian, 8 di antaranya dalam penelitian kuantitatif dan 3 di antaranya penelitian kualitatif semua penelitian merupakan data primer. Sebagian besar penelitian menggunakan desain cross sectional dan case control. Hasil: Beberapa faktor utama yang keluar dari pengobatan Tuberkulosis di Indonesia diidentifikasi, termasuk efek samping obat, Pengawas Menelan Obat (PMO), pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga. Saran Pengawasan diperlukan tidak hanya dari PMO dan keluarga tetapi juga dari layanan kesehatan terkait pengobatan sehingga motivasi pasien selama perawatan tetap terjaga.
PENGETAHUAN DALAM PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK TAHUN 2023 ALIYAH, NURUL; KRIANTO, TRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5173

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi anemia pada remaja yang terjadi di negara maju yaitu sebesar 6%. dan di negara berkembang yaitu sebesar 27%. Tren kasus anemia pada proporsi anemia pada kelompok remaja putri usia 15-24 tahun mengalami peningkatan, yaitu 37,1% pada tahun 2013, 48,9% pada tahun 2018. Program pendistribusian tablet tambah darah untuk remaja putri telah dilaksanakan kembali dengan capaian nasional. Remaja putri diberikan tablet tambah darah dengan dosis preventif, yaitu seminggu satu kali dan sehari satu kali saat menstruasi. Akan tetapi, fakta di lapangan pemberian tablet tambah darah hanya berkisar pada ibu hamil, sedangkan untuk remaja putri belum secara optimal dilakukan. Metode: Penelitian kualitatif menggunakan FGD dan Wawancara Mendalam. Sebanyak 19 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode triangulasi data. Hasil dan Pembahasan: Sebagian besar remaja putri memiliki perilaku dan pengetahuan yang tidak baik dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan: Perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di Kecamatan Cimanggis Kota Depok belum sesuai dengan jumlah TTD dan jadwal konsumsi TTD, perlu dilakukan pemantauan pemberian TTD dari guru ke remaja putri serta konsumsi TTD oleh remaja putri.
Pengaruh Citra Tubuh, Perilaku Makan, dan Aktivitas Fisik Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri 12 DKI Jakarta Kusuma, Muhammad Ridwan Hadi; Krianto, Tri
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. "Thin is beautiful" is an erroneous understanding of body image that becoming a dream for every teenage girl. This is often the cause of problems, because to maintain her slimness and fear of becoming obese encourage teenagers to apply excessive dietary restrictions, so that their nutritional needs are not met which will be result in the occurrence of malnutrition. Objective. The aim of this studyis to determine the influence of body image against eating behavior and body mass index (BMI) among 10th and 11th grades 12th East Jakarta States Senior High School’s female students in 2014. Method. This study was conducted in April - May 2014, with cross sectional design, the study sample was 238 female students. Results. The results of this study using path analysis concluded that the presence of the influence of body image against BMI through eating behavior and physical activity, proved that the body image does not directly influence the IMT, but remains to be seen how eating behavior and physical activity undertaken by respondents. Therefore, efforts are required to empower our teenagers by challenging unhealthy beliefs they may have regarding weight, shape, and eating behavior. In addition, there should be regular nutrition counseling activities for teenagers with education material about body image and eating behavior, especially on a balanced diet and ideal body weight for teenage girls.
LITERATURE REVIEW : PERAN SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN OBESITAS REMAJA DI INDONESIA Fitriana, Delta; Krianto, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42525

Abstract

Obesitas remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Sekolah memiliki peran strategis dalam pencegahan obesitas melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta kebijakan yang mendukung gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran sekolah dalam pencegahan obesitas remaja di Indonesia dengan pendekatan literature review. Studi ini mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2019-2024, yang diperoleh melalui database Google Scholar serta Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sekolah telah mengimplementasikan program kesehatan seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pendidikan gizi, serta intervensi berbasis komunitas. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal kebijakan yang belum merata, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan obesitas. Sekolah memiliki potensi besar dalam pencegahan obesitas remaja, tetapi diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan efektivitas program kesehatan berbasis sekolah.
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI PENDAMPINGAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT Anandita, Yoana; Krianto, Tri
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7449

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) menjadi bagian permasalahan TBC di dunia maupun di Indonesia. Berhasilnya pengobatan TBC RO dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satu yang mendukung adalah adanya pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan. Dalam proses pendampingan terjadi komunikasi antara pribadi pasien dan pendamping yang memberikan dukungan, motivasi dan menjadi panutan. Dalam komunikasi terkadang terjadi perbedaan bahasa yang digunakan antara pasien dan pendamping yang bisa menjadi hambatan. Komunikasi dengan bahasa daerah terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi selama pendampingan pengobatan TBC RO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan yang terdiri dari pengelola program pendampingan dan pendamping pasien. Hasil dari studi ini adalah bahasa daerah mempengaruhi keterbukaan dan penerimaan pasien terhadap keberadaan pendampingnya. Pemahaman pasien akan isi pesan juga lebih baik dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk pengembangan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan penggunaan bahasa daerah.
Masyarakat Depok Memilih Fogging yang Tidak Dimengerti Krianto, Tri
Kesmas Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai kini, demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Kota Depok. Hal tersebut terlihat pada jumlah kasus yang terus meningkat dan semua kelurahan sudah berkembang menjadi daerah endemis demam berdarah dengue yang dapat dicegah dengan mengendalikan vektor. Upaya pembersihan sarang nyamuk PSN 3M Plus adalah teknologi yang disarankan untuk mengendalikan kejadian demam berdarah dengue, tetapi belum mendapat dukungan pelaksanaan dari masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue di Kota Depok. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor DBD masih rendah, dan lingkungan sosial berpengaruh sangat dominan terhadap keputusan masyarakat. Until now, dengue hemorrhaegic fever (DHF) is the major health problem in Depok City, number of cases was increasing, and nowadays all sub-district have DHF endemic areas. DHF can be prevented by vector control. PSN 3M Plus is the recommended technology, but the community has not been implemented it yet. This study aims to explore information about knowledge, attitude and practice in dengue control among the communities. Results of this study indicated that knowledge and community participation dengue vector control were still low, and social environment factor was the dominant factor influencing community decision.
Perilaku Hidup Bersih Sehat dengan Pendekatan Partisipatif Krianto, Tri
Kesmas Vol. 3, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murid sekolah dasar adalah sasaran strategis upaya promosi kesehatan, karena mereka berjumlah besar serta berada pada tahap awal perkembangan kepribadian. Mereka seharusnya berperilaku sehat, tetapi di Cisalak memperlihatkan keadaan yang sebaliknya. Studi intervensi yang dilakukan terhadap anak-anak sekolah dasar menunjukkan bahwa observasi sebelum intervensi memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan dan praktik mereka adalah rendah. Namun, pada akhir studi, skor pengetahuan dan praktek mereka terlihat lebih tinggi daripada sebelumnya. Uji non parametric seperti Wilcoxon sampel berpasangan dan korelasi Spearman digunakan dalam analisis. Studi ini menyimpulkan : a) intervensi promosi kesehatan yang dilakukan pada anak sekolah dasar terbukti dapat meningkatkan perilaku murid pada kisaran 30% - 240 %. b) pengetahuan anak sekolah berkorelasi kuat dengan praktek. Oleh sebab itu, disarankan agar pemerintah menyelenggarakan upaya promosi kesehatan PHBS secara berkesinambungan melalui sekolah-sekolah dasar. Elementary school children is a strategic target of health promotion, because of their proportion in the population and considering that they are in the early stage of personality development. They ought to have a healthy behaviour, however evidence in Cisalak showed the contrary. An intervention study conducted to elementary school children showed that before the intervention, both knowledge and practice were poor. But, in the end of the intervention the knowledge and practice score was considerably higher than before. Non parametric test such as Wilcoxon paired sample test and Spearman correlation were used to analyze the data. Conclusion of the study were: a) health promotion intervention has been proven to improve pupil’s behavior around 30 – 240 %, b) the knowledge among school children has strong correlation with their practice. For those reason we suggest the government to conduct sustainable promotion of clean and healthy behavior through elementary schools.
Effect of Local Culture-based Nutrition Education on Compliance with Iron and Folic Acid Supplementation in Female Adolescent Rahmiwati, Anita; Djokosujono, Kusharisupeni; Krianto, Tri; Utari, Diah Mulyawati; Djuwita, Ratna; Setiarini, Asih; Besral, Besral; Purnama, Dadang Hikmah; Dwiriani, Cesilia Meti; Mulyana, Nana
Kesmas Vol. 18, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The non-compliance of female adolescents with the consumption of iron and folic acid supplementation (IFAS) poses a challenge to reducing the incidence of anemia. Therefore, this study aimed to determine the effect of nutrition education using the local culture-based approach on the level of knowledge and attitudes regarding awareness, interest, evaluation, trial, and adoption dimensions, as well as compliance of female adolescents in consuming IFAS. The intervention was conducted using a quantitative quasi-experimental design approach. The sample comprised 68 and 58 senior high school girls in the control and intervention groups. The intervention group received IFAS and local culture-based nutrition education for 12 weeks and followed up after four weeks; while, the control group was given a leaflet and IFAS. Univariate analysis was conducted to analyze the participants’ characteristics; while, bivariate analysis used an independent T-test. The multivariate analysis was carried out using multiple linear and logistic regression analyses. The study showed a statistically significant increase in knowledge and attitudes scores in the intervention group (p-value<0.01) compared to the control group. In conclusion, the compliance with IFAS in the intervention group was 82.8%.