Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Metode Digitasi On-Screen dan Object-Based Image Analysis (OBIA) Melalui Foto Udara dalam Pemetaan Bidang Tanah Kawasan Permukiman (Studi Kasus di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat) Putri, Nandia; Darsiharjo, Darsiharjo; Sugito, Nanin Trianawati
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1792

Abstract

esa Ciwaruga berada di wilayah suburban yang berpotensi mengakibatkan perubahan penggunaan dan kepemilikan tanah kawasan permukiman secara cepat. Kondisi ini berdampak pada upaya pemantauan kepemilikan bidang tanah permukiman yang perlu dilakukan pembaruan data bidang tanah. Proses untuk memetakan dan mengetahui letak, batas, dan luas suatu bidang tanah kawasan permukiman di atas peta tidak terlepas dari beberapa kendala. Khususnya pemetaan dengan metode direct techniques seperti terestrial ataupun survei satelit memiliki keterbatasan dan kendala dari segi teknis, waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Kendala tersebut dapat diatasi dengan metode pemetaan indirect techniques dengan data foto udara. Metode ini dapat memetakan dan memperbarui data bidang tanah dengan lebih cepat untuk cakupan wilayah yang lebih luas. Terdapat dua metode untuk pemetaan bidang tanah menggunakan data foto udara yaitu metode digitasi on-screen dan metode object-based image analysis (OBIA). Melalui penelitian ini, akan dikaji analisis efektivitas kedua metode dalam memetakan bidang tanah kawasan permukiman menggunakan data foto udara. Analisis ini menggunakan pengujian toleransi ketelitian planimetrik luas dan jarak berdasarkan peraturan Badan Pertanahan Nasional. Toleransi kesalahan luas adalah +- 0.5  luas sebenarnya, dan toleransi kesalahan jarak adalah <= 0.3 mm pada skala peta. Berdasarkan pengujian dan perbandingan ketelitian luas dan jarak, jumlah bidang, dan bentuk bidang yang dihasilkan, dapat dikatakan bahwa pemetaan dengan metode digitasi on-screen lebih unggul dari metode object-based image analysis (OBIA). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peta bidang tanah hasil digitasi on-screen dapat dipertimbangkan menjadi peta bidang dalam sertifikat tanah, karena memenuhi toleransi kesalahan planimetrik luas dan jarak berdasarkan peraturan Badan Pertanahan Nasional.
PEMETAAN POTENSI KAMPUNG SUKALAKSANA BERBASIS PARTISIPATIF UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA WILAYAH Farras, Muhammad; Zidan, 2Muhammad; Eka Putri, Rizka Rahmandita; Putri, Nandia
Jurnal Spasial Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v12i2.11359

Abstract

Sukalaksana hamlet in Cikahuripan  village, Lembang sub-district, West Bandung district has diverse regional potential and needs to be developed. However, the lack of availability of regional databases in Sukalaksana can hinder the development of the region's potential. Spatial-based region potential development aims to present spatial information that can be used in development planning. This study aims to map resource potential and analyze population pressure and capacity on land in Sukalaksana. The research method used is participatory mapping. The data is collected by using observation, interviews, documentation, and focus group discussions (FGD). Data analysis was carried out using spatial analysis techniques.  The results indicate that there are four potential that can be developed in Sukalaksana, namely the potential of human, economics, social, and land resources. Those potentials will be profitable and prosperous for the community if managed effectively and efficiently, as well as a sustainable pattern of cooperation in community life. Population pressure in Sukalaksana hamlet is 45.14, which is high category due to an imbalance in the number of population on the availability of agricultural land. The land capacity value in Sukalaksana is 0.02, which means that farmers are no longer able to carry out expansive and exploratory agricultural development.