Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: The Chemical Composition and Pharmacological Activities of Nannochloropsis sp Ulfiyah, Ryhadatul; Hijriadina, Zerati; Oktari, Baiq Khaeratinnisa; Anjanisa, Diah Hikmatin; Magvirahandini, Reivirly Khairadaty; Mutthoimah, Ulfatul; Listyacahyani, Anggit
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.8593

Abstract

The microalga Nannochloropsis sp. is a potential bioactive source with various applications in the pharmaceutical and health industries. This study aims to identify its chemical composition and evaluate its pharmacological activities, including antioxidant, antidiabetic, antibacterial, antihyperlipidemic, and cytotoxic properties. The method involves a literature review of relevant and recent scientific articles using specific keywords. The results indicate that Nannochloropsis sp. is rich in bioactive compounds, such as unsaturated fatty acids, flavonoids, and phenolics, which contribute to its biological activities. This microalga has been shown to effectively inhibit pathogenic bacterial growth, reduce blood sugar, cholesterol, and lipid levels, and possess potential anticancer activity. The study concludes that Nannochloropsis sp. has promising prospects as a natural raw material source for modern drug development. Further research is recommended to explore the mechanisms of its bioactive compounds and to develop formulations for products based on this microalga.
SISTEMATIC REVIEW : CRISPR-CAS SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENGURANGI RESISTENSI ANTIBIOTIK Hikmah, Rizatul; Safitri, Afifa Dian; Oktari, Baiq Khaeratinnisa; Farobbi, Muhammad Iqbal; Putri, Baiq Ayu Wulan Maharani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37583

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan krisis kesehatan global dengan dampak serius, termasuk peningkatan morbiditas, mortalitas, dan beban ekonomi. Antibiotik konvensional semakin tidak efektif, sehingga diperlukan solusi inovatif. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah sistem CRISPR-Cas yang merupakan alat pengeditan genom yang bekerja dengan cara menargetkan dan memanipulasi determinan genetik resistensi pada bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas CRISPR-Cas dalam menurunkan resistensi antibiotik pada berbagai bakteri patogen. Desain dalam artikel ini adalah sistematik review. Artikel yang dipilih yaitu artikel yang diterbitkan tahun 2017- 2024, tersedia dalam ful-text, dan sumbernya mencakup jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRISPRCas efektif dalam mengurangi resistensi antibiotik melalui beberapa mekanisme, termasuk pemotongan plasmid pembawa gen resistensi, represi transkripsi gen, dan peningkatan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem ini mampu mencegah transfer gen horizontal, mengurangi ekspresi gen resistensi, dan menghilangkan plasmid dengan salinan tinggi pada bakteri patogen. Meskipun memiliki potensi besar, tantangan seperti efek off-target dan adaptasi genetik bakteri tetap memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk aplikasi klinis yang optimal. Sebagai kesimpulan, teknologi CRISPR-Cas memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif dalam terapi resistensi antibiotik, meskipun masih ada beberapa keterbatasan yang memerlukan pengembangan lebih lanjut, terutama terkait dengan tantangan off-target.
ARTIKEL REVIEW : IDENTIFIKASI DRUG-RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) oktari, baiq khaeratinnisa; Putri, Fawwaz Aqila; Aryana, Baiq Putri; Ulfa, Marina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54699

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi patologis ketika ada gangguan fungsi struktural jantung sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan. Kompleksitas terapi, komorbiditas, serta penggunaan obat dalam jumlah banyak (polifarmasi) menjadikan pasien CHF rentan mengalami Drug-Related Problems (DRP). Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi, pola distribusi, faktor penyebab, serta dampak klinis DRP pada pasien CHF berdasarkan berbagai penelitian dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa prevalensi DRP pada pasien CHF sangat tinggi, berkisar antara 44,5%–97%. Jenis DRP yang paling sering terjadi adalah interaksi obat, diikuti oleh indikasi tanpa obat, ketidaktepatan dosis, dan kebutuhan terapi tambahan yang belum terpenuhi. Obat yang paling berkontribusi terhadap DRP meliputi ACE inhibitor/ARB, beta-blocker, diuretik, MRA, serta antiplatelet–antikoagulan. Faktor risiko utama DRP terdiri dari polifarmasi, usia lanjut, adanya komorbid seperti hipertensi dan penyakit ginjal, serta ketidaksesuaian praktik terapi dengan guideline. DRP terbukti memberikan dampak klinis signifikan berupa peningkatan gejala, rawat ulang, ketidakefektifan terapi, hingga peningkatan mortalitas. Upaya penanganan DRP mencakup medication review, pemantauan fungsi organ dan elektrolit, perbaikan regimen obat, serta intervensi farmasis secara aktif. Artikel ini menegaskan bahwa identifikasi dan manajemen DRP pada pasien CHF sangat penting untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi dan meningkatkan keselamatan pasien.