Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif pada Pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH) RSUD Gunung Jati Pujiyana, Pujiyana; Syaripudin, Ahmad; Rahmatullah Hidayat, Lalu; Herlina, Herlina; Rahayu Okta , Ira
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 9 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i9.87

Abstract

Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan kondisi yang mengancam jiwa sehingga harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dan intensif untuk mencegah timbulnya komplikasi dan mengurangi angka kematian. Intracerebral Hemorrhage (ICH) disebabkan oleh terjadinya perdarahan di otak. Secara khusus, perdarahan intraserebral terjadi di dalam jaringan otak. Hal ini dapat terjadi akibat riwayat medis masa lalu seperti hipertensi, riwayat konsumsi alkohol berat, obesitas, dan berada dalam rentang lanjut usia. Perdarahan yang terjadi di otak menyebabkan penurunan dan hilangnya fungsi otak akibat gangguan suplai darah beserta oksigen ke otak. Hal ini terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah di pembuluh darah arteri atau ketika pembuluh darah pecah, yang kemudian mengganggu aliran darah ke area otak, akhirnya hal tersebut dapat menyebabkan terjadi gangguan metabolisme otak dan menyebabkan gangguan keperawatan yang berupa gangguan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral. Perfusi jaringan serebral adalah penurunan sirkulasi jaringan otak yang dapat mengganggu kesehatan
Nursing Care for the Discomfort Disorder in 'S' Diagnosed with Dyspepsia in the Sanur Room, Sumber Kasih Hospital, Cirebon City Herlina, Herlina; Pujiyana, Pujiyana; Rahayu Okta, Ira; Rahmatullah Hidayat, Lalu; Syaripudin, Ahmad
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v2i4.30

Abstract

Dyspepsia is a non-communicable disease that is common around the world, including Indonesia. This disease is often accompanied by discomfort or pain in the upper abdomen which can interfere with the patient's quality of life. This study aims to evaluate the effectiveness of nursing care in patients with dyspepsia diagnosis, especially in meeting the need for a sense of security and comfort through relaxation techniques. This study uses a qualitative method with a prospective case study approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation studies, which are then comprehensively analyzed. The results showed that after 2x24 hours of nursing treatment with relaxation therapy in patient "S" diagnosed with dyspepsia, a decrease in the pain scale was found from 4 to 2. This shows that relaxation techniques are effective in reducing pain and improving patient comfort. The study implies that the application of relaxation techniques can be one of the effective non-pharmacological interventions in pain management in dyspepsia patients. These findings can be used as a reference in nursing practice to improve the quality of care for patients with similar conditions.