Leony Sitorus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Sarcasm in Social Media Tweets Semantic Perspective Leony Sitorus; Damanik , Bernieke Anggita Ristia
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 2 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the phenomenon of sarcasm in social media, particularly on Twitter, through a semantic and ethnographic lens. The aim is to explore how semantic cues—such as lexical choices, tone, and context—help users recognize sarcastic intent in written digital communication. Employing an ethnographic research design, this study observes linguistic behavior in natural online settings by collecting primary data from selected sarcastic tweets and secondary data from related linguistic and communication studies. Data were gathered using purposive sampling of tweets that explicitly exhibit sarcastic language, followed by contextual observation and discourse analysis. The findings indicate that sarcasm on Twitter commonly relies on exaggerated positivity used in negative or frustrating contexts, lexical contrast, ironic tone, and punctuation cues such as exclamation marks or quotation marks. These patterns are often used to signal meaning that contradicts the surface expression. The study highlights that understanding sarcasm requires more than decoding words—it demands cultural, contextual, and pragmatic awareness. The ethnographic approach provides insight into how online communities use shared knowledge and social cues to interpret sarcastic content. This research emphasizes the need for language sensitivity in digital communication to reduce misinterpretation and foster more effective online interaction.
PENGENALAN EDUKASI SEKS KEPADA SISWA SMK SWASTA 1 TAMANSISWA PEMATANGSIANTAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS Leony Sitorus; Tiondina Samosir; Desi Christin; Chindy Blandina Damanik; Sarah Manurung; Basar Lolo Siahaan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.6206

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahamansiswa tentang edukasi seks sebagai upaya pencegahan pergaulan bebas dan perilaku seksualberisiko di kalangan siswa SMK Swasta 1 Tamansiswa Pematangsiantar. Banyak remajamemperoleh informasi yang tidak akurat tentang seksualitas dari media sosial dan temansebaya, sehingga dapat mendorong munculnya perilaku tidak sehat serta berdampak seriussecara fisik dan emosional. Oleh karena itu, edukasi seks yang tepat dan bertanggung jawabsangat penting untuk membantu siswa memahami tubuh mereka, batasan pribadi, dantanggung jawab sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 November 2025 danmelibatkan siswa dari seluruh kelas. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan,pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode ceramah dan diskusiuntuk menyampaikan materi yang mencakup pengertian dan tujuan edukasi seks, bagiantubuh pribadi, sentuhan baik dan sentuhan buruk, risiko pergaulan bebas, serta peran edukasiseks dalam melindungi remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperolehkesadaran baru tentang tubuh mereka, keselamatan diri, dan bahaya perilaku berisiko. Siswajuga aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menunjukkan kepercayaan diri yang lebih besardalam membicarakan isu-isu seksualitas secara sehat. Beberapa kendala seperti rasa maludan keterbatasan pengetahuan awal dapat diatasi melalui komunikasi terbuka danpembelajaran yang suportif. Program ini terbukti menjadi langkah penting dalam mendorongperilaku sehat dan mencegah dampak negatif dari pergaulan bebas.Kata kunci: edukasi seks, remaja, pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, pencegahan