Ambarwati, Tyas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Melalui Pendidikan Karakter Islami dalam Meningkatkan Social Sensitivity Anak Usia Dini di Kelompok Bermain (KB) Durratul Yatimah Sidoarjo Ambarwati, Tyas; Yulianingsih, Wiwin
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru melalui pendidikan karakter Islami dalam meningkatkan social sensitivity pada anak usia dini di KB Durratul Yatimah Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu: (1) wawancara mendalam dengan kepala KB, guru, dan orang tua peserta didik; (2) observasi langsung terhadap lingkungan sekitar KB, sarana dan prasarana, peran guru, perilaku anak, serta kegiatan pembelajaran yang berlangsung; dan (3) dokumentasi, meliputi laporan kegiatan pembelajaran, catatan perkembangan anak, aktivitas interaksi anak, serta dokumen pendukung lainnya. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan social sensitivity pada anak usia dini. Selain berperan sebagai pendidik, guru juga berfungsi sebagai teladan, motivator, dan fasilitator. Penerapan nilai-nilai karakter Islami, seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, kerja sama, dan saling menghormati, terbukti efektif dalam meningkatkan kepekaan sosial anak. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung, antara lain: keteladanan guru dalam menerapkan nilai-nilai Islami, keterlibatan aktif orang tua, lingkungan yang kondusif dan religius, sarana pembelajaran yang memadai, serta program pembiasaan yang terstruktur. Meskipun demikian, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan berupa faktor penghambat internal (dalam diri anak) dan eksternal (lingkungan sekitar anak).