Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Echinodermata dan Hubungannya dengan Komposisi Lamun pada Zona Intertidal Pantai Kiama, Sulawesi Utara Julianti Malensang; Revolson A. Mege; Nonny Manampiring
Switch : Jurnal Sains dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 5 (2025): Switch : Jurnal Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/switch.v3i5.686

Abstract

Seagrass beds are coastal ecosystems that have important ecological functions as a provider of habitat, food sources, protection, and reproductive areas for various marine life including Echinoderms. This study aims to analyze the diversity of Echinoderms and their relationship with seagrass distribution in Kiama Beach, Melonguane District, Talaud Islands Regency. The research was conducted in the intertidal zone at three stations using the exploration method with purposive sampling technique. Each station is divided into three plot installation zones measuring 4 × 4 meters, with observations made at low tide. Environmental parameters (temperature and pH), type and number of Echinoderm individuals, and seagrass species were recorded and analyzed using the Shannon-Wiener diversity index and product moment correlations. The results showed that the Echinoderma community consists of two classes and five species: Archaster typicus, Linckia laevigata, Culcita novagueniae, Holothuroidea scabra, and Holothuroidea forskali, with the Asteroidea class dominating (75%). The diversity index (H') value was relatively low at all stations with a range of 0.6261–0.6631. Seagrass beds consist of five species, namely Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, and Syringodium isoetifolium, with the highest abundance found in Halophila ovalis. Correlation results showed a strong to very strong relationship between the abundance of Echinoderms and certain seagrass types (r = 0.77–0.99) as well as a strong correlation at the overall level of the station (r = 0.74). This study confirms that the presence and abundance of Echinoderms is greatly influenced by the density and composition of seagrass species. These findings provide important baseline data for the management and conservation of seagrass beds as a support for the sustainability of coastal biodiversity.  
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Animasi untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Sel Beylin A. Samihing; Revolson A. Mege; Meity N. Tanor
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran biologi berbasis audio visual animasi pada materi sel kelas XI SMA guna meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Kemp dan Dayton (1985) yang dimodifikasi oleh Rengkuan (2020). Tahapan penelitian meliputi persiapan, perencanaan, pengembangan, serta uji coba dan revisi. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru biologi, dan peserta didik kelas XI di SMA Katolik Donbosco Bitung. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi, serta observasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis animasi yang dikembangkan dinilai “sangat baik” oleh ahli materi dengan skor rata-rata 95% dan oleh ahli media dengan skor rata-rata 93%. Guru biologi memberikan respon 91%, sedangkan peserta didik 87% dengan kategori “sangat baik”. Media yang dikembangkan mempermudah siswa memahami konsep abstrak, meningkatkan minat dan keterlibatan belajar, serta mendukung pembelajaran mandiri melalui akses digital via YouTube. Penggunaan aplikasi Canva mempermudah proses desain dan menghasilkan produk beresolusi tinggi dengan durasi 10–15 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran audio visual berbasis animasi efektif meningkatkan kualitas pembelajaran biologi. Implikasinya, guru dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pedagogis kreatif untuk mengembangkan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mudah diakses oleh siswa di berbagai konteks pendidikan.