Miswandi, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI MULTITEMPORAL INDEKS KESEHATAN KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PULAU PIEH DAN LAUT SEKITARNYA (2021-2024): ANALISIS BIOFISIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN BERBASIS EKOSISTEM Noferya, Efi; Bengen, Dietriech Geoffrey; Zamani, Neviaty Putri; Ismet, Meutia Samira; Muslim, Ryan Adhitia; Arisandi, Defrian Marza; Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Ilham, Yuwanda; Utama, Agung Putra; Yennafri, Yennafri; Samsuardi, Samsuardi; Miswandi, Muhammad
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2025): (Mei) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.1.2025.59-75

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki peran penting dalam menjaga biodiversitas dan ketahanan lingkungan pesisir. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, degradasi terumbu karang terus meningkat akibat aktivitas antropogenik dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Kesehatan Karang (Coral Health Index / CHI) di Kawasan Konservasi Pulau Pieh dan perairan sekitarnya dalam periode 2021-2024 menggunakan pendekatan biofisik dan statistik. Analisis dilakukan terhadap 16 stasiun pengamatan, menggunakan data parameter bentik (tutupan karang hidup, resiliensi) dan biomassa ikan karang yang diperoleh melalui metode Underwater Photo Transect (UPT) dan Underwater Visual Census (UVC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CHI berkisar antara 3 hingga 10, dengan beberapa stasiun menunjukkan tren peningkatan sementara lainnya mengalami stagnasi atau penurunan. Analisis Spearman correlation mengindikasikan bahwa parameter kualitas air (pH, DO, suhu, dan salinitas) tidak memiliki hubungan signifikan terhadap CHI pada semua tahun pengamatan (p-value > 0,05). Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa faktor kualitas air bukan penentu utama perubahan CHI, tetapi tekanan ekologis dan aktivitas antropogenik lebih berperan dalam menentukan kondisi kesehatan terumbu karang. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengelolaan berbasis ekosistem guna menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang.Coral reefs are marine ecosystems that play a crucial role in maintaining biodiversity and coastal environmental resilience. However, in recent decades, coral reef degradation has continued to increase due to anthropogenic activities and climate change. This study aims to analyze the Coral Health Index (CHI) in the Pieh Island Conservation Area and its surrounding waters from 2021 to 2024 using biophysical and statistical approaches. The analysis was conducted at 16 observation stations using benthic parameters (live coral cover, resilience) and reef fish biomass data collected through the Underwater Photo Transect (UPT) and Underwater Visual Census (UVC) methods. The results indicate that CHI values range from 3 to 10, with some stations showing an increasing trend while others experience stagnation or decline. Spearman correlation analysis indicates that water quality parameters (pH, DO, temperature, and salinity) do not have a significant relationship with CHI in all observation years (p-value > 0.05). Principal Component Analysis (PCA) shows that water quality factors are not the main determinants of CHI changes; instead, ecological pressure and anthropogenic activities play a more significant role in determining coral reef health. This study provides recommendations for ecosystem-based management to ensure the sustainability of coral reef ecosystems.
PENDEKATAN SPASIOTEMPORAL DALAM MENILAI DINAMIKA IKAN KARANG UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN KONSERVASI LAUT DI KAWASAN PULAU PIEH (2021–2024) Muslim, Ryan Adhitia; Subhan, Beginer; Bengen, Dietriech G; Adriani, Adriani; Manafi, Efi Noferya; Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Ilham, Yuwanda; Kahar, Fauzi Abdul; Samsuardi, Samsuardi; Yennafri, Yennafri; Miswandi, Muhammad
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2025): (November) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.2.2025.151-161

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman hayati laut, dengan ikan karang memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan ikan karang dan struktur komunitas terumbu karang secara spasial dan temporal di Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan data primer yang didapatkan dari 16 stasiun pengamatan yang tersebar di berbagai zonasi konservasi (zona inti, pemanfaatan, dan rehabilitasi) pada kedalaman 5–10 meter, menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) untuk ikan karang dan Underwater Photo Transect (UPT) untuk terumbu karang. Data sekunder didapatkan dari hasil monitoring pengelola kawasan konservasi selama tahun 2021-2024 pada periode yang sama setiap tahun. Hasil menunjukkan bahwa keanekaragaman ikan karang berada pada kategori sedang (1 ≤ H’ ≤ 3), keseragaman komunitas sedang hingga tinggi (E > 0,5), dan dominansi rendah (C < 0,5), yang mengindikasikan kondisi ekosistem yang sehat. Hasil Component Analysis (CA) kelimpahan ikan karang dan tutupan karang menunjukan adanya keterkaitan antara stasiun pengamatan, tutupan karang dan kelimpahan ikan. Penurunan tutupan karang dan kelimpahan ikan pada tahun 2024 menandakan adanya pengaruh dari tekanan ekologis maupun aktivitas antropogenik sehingga pengelolaan yang optimal dan pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengelolaan kawasan konservasi secara efektif dan berkelanjutan.Coral reefs are vital ecosystems that support marine biodiversity, with reef fishes playing a key role in maintaining the balance of these ecosystems. This study aims to analyze the spatial and temporal relationship between reef fish abundance and coral reef community structure in the Pieh Island Marine Conservation Area, West Sumatra. The research used primary data conducted at 16 observation stations across different conservation zones (core, utilization, and rehabilitation zones) at depths of 5–10 meters, using the Underwater Visual Census (UVC) method for reef fish and the Underwater Photo Transect (UPT) method for coral reefs. Secondary data was obtained from monitoring conducted by conservation area managers during the same period each year from 2021 to 2024. The results showed that reef fish diversity was in the moderate category (1 ≤ H’ ≤ 3), community evenness was stable in moderate to high (E > 0.5), and dominance was low (C < 0.5), indicating a healthy ecosystem condition. The Component Analysis (CA) of reef fish abundance and coral cover revealed a correlation between observation stations, coral cover, and fish abundance. A decline in coral cover and fish abundance in 2024 indicates the influence of ecological stress and anthropogenic activities, highlighting the need for improved management and increased community awareness. The results of this study can serve as a scientific basis for effective and sustainable marine conservation area management.