Geusan Ulun, Adhyatnika
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional di Sekolah Menengah Pertama Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/7ct9gt02

Abstract

Penelitian ini mengupas bahwa pengembangan kompetensi murid tentu tidaklah cukup dengan hanya fokus pada aspek kognitif saja, namun kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan. Diperlukan keterampilan dalam berinteraksi antara guru dengan murid yang dapat membangkitkan kompetensi tersebut, sehingga bisa membangun hubungan harmonis keduanya. Oleh karena itu kompetensi sosial dan emosional memiliki peran sentral dalam keberhasilan akademik dan kehidupan guru dan murid. Seperti diketahui, Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya. Hal tersebut menegaskan pembelajaran sosial dan emosional yang berbasis kesadaran penuh merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain intelektual tentunya. Melalui pembelajaran sosial dan emosional ini, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami sejumlah pengalaman yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif.
Program “Sami Sahabat” Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi dan Kepemimpinan Murid Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/jm3bbp14

Abstract

Penelitian ini mengupas bahwa pengembangan kompetensi murid tentu tidaklah cukup dengan hanya fokus pada aspek kognitif saja, namun kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan. Diperlukan keterampilan dalam berinteraksi antara guru dengan murid yang dapat membangkitkan kompetensi tersebut, sehingga bisa membangun hubungan harmonis keduanya. Oleh karena itu kompetensi sosial dan emosional memiliki peran sentral dalam keberhasilan akademik dan kehidupan guru dan murid. Seperti diketahui, Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya. Hal tersebut menegaskan pembelajaran sosial dan emosional yang berbasis kesadaran penuh merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain intelektual tentunya. Melalui pembelajaran sosial dan emosional ini, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami sejumlah pengalaman yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komitmen Organisasional Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 1 No. 1 (2023): Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/z9p9q942

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja karyawan, yang menurut pengamatan peneliti disebabkan oleh gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi yang belum optimal. Berdasarkan pemikiran dan pertimbangan, peneliti bermaksud untuk menyelidiki lebih lanjut dalam bentuk penelitian tesis dengan judul "Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat". Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei eksplanasi, yaitu metode yang bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif yang berfungsi untuk mengelompokkan data, mengerjakan, menyimpulkan, menjelaskan dan menyajikan hasil olahan. Hal ini bertujuan untuk membuat pola hubungan sebab akibat antara nilai suatu variabel dengan variabel lainnya. Analisis dalam pengolahan data menggunakan analisis jalur. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Gaya Kepemimpinan dan Komitmen Organisasi pegawai secara empiris berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, baik sebagian maupun serentak. Hasilnya juga menemukan bahwa kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang diakui secara akademis.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Untuk Pembelajaran Yang Berpihak Pada Peserta Didik Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/7mk4t281

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kinerja guru merupakan salah satu kewajiban kepala satuan pendidikan. Terdapat sejumlah strategi yang dapat dilakukan, termasuk mendorong para guru untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, dan bimbingan teknis lainnya, termasuk mendorong mereka untuk membuat penelitian tindakan kelas dan artikel ilmiah lainnya, serta mempublikasikan karya tulisnya di platform jurnal yang telah difasilitasi Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat. Semuanya dilaksanakan sebagai upaya kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi diri serta profesional  para guru, dan meningkatkan kualitas kinerja mereka, selain juga mendorong untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
Efektivitas PAKEM dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik di SMPN Satu Atap Lembang Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/2d56mv83

Abstract

PAKEM merupakan model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap dan pemahaman dengan mengutamakan belajar sambil bekerja, guru menggunakan berbagai sumber belajar dan alat bantu termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar agar pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.  Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, merupakan tugas dan tanggung jawab yang pokok bagi seorang guru. Tuntutan untuk meningkatkan profesionalisme bagi guru bukan saja memenuhi amanat perundang-undangan tetapi merupakan bagian yang terpenting dalam mengembangkan idealisme dan profesionalisme. Upaya-upaya mengkaji dan menemukan model, strategi dan pendekatan, menjadi sebuah keharusan, seiring dengan perkembangan dunia pendidikan yang senantiasa diwarnai dinamika dan perubahan.  Tentu saja tidak semua guru memiliki kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru atau membuat inovasi dalam pembelajaran, namun paling tidak ia berupaya untuk mencoba mengimplementasikan model-model baru yang tentu saja telah melalui berbagai kajian dan telah dibuktikan keunggulannya.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran: Strategi Pembinaan dan Supervisi Klinis untuk Guru di Kabupaten Bandung Barat Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/jy3ttf59

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah (KS) dalam peningkatan mutu pembelajaran melalui implementasi Supervisi Klinis (SK) berbasis teknik Coaching sebagai strategi pembinaan profesional guru, dikhususkan pada konteks Kabupaten Bandung Barat (KBB). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur terfokus dan sintesis konseptual-induktif, yang menyusun kerangka teoretis operasional dari berbagai temuan empiris. Hasil sintesis menunjukkan bahwa KS memainkan peran manajerial, edukator, dan supervisor yang terintegrasi, menjadikan KS sebagai katalisator utama mutu sekolah. Supervisi Klinis merupakan kerangka pembinaan yang efektif karena fokus pada masalah pembelajaran riil di kelas melalui siklus terstruktur. Kunci keberhasilan implementasi SK terletak pada penerapan teknik Coaching pada tahap umpan balik (Pasca-Observasi), yang mendorong dialog reflektif, partisipasi guru, dan kepemilikan guru atas solusi perbaikan, sehingga mampu meningkatkan keterbukaan dan motivasi untuk berinovasi. Strategi tindak lanjut yang efektif melibatkan integrasi temuan SK ke dalam program pengembangan profesional berkelanjutan (KKG/MGMP/IHT) yang sistematis, guna memastikan peningkatan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru yang terukur dan berkelanjutan di KBB.
Menelisik Kekuatan Hukum Kepala Sekolah Berdasarkan Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/v8e5mg34

Abstract

Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pendidikan karena berperan sebagai pemimpin pembelajaran, manajer satuan pendidikan, sekaligus penanggung jawab administrasi sekolah. Terbitnya Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 memberikan penguatan terhadap legitimasi, kewenangan, dan tanggung jawab kepala sekolah dalam menjalankan tata kelola pendidikan yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik kekuatan hukum kepala sekolah berdasarkan regulasi tersebut serta implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 mempertegas kedudukan kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial dan akademik yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis di sekolah. Selain itu, regulasi ini juga memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan tugas kepala sekolah dalam aspek pengelolaan kurikulum, sumber daya manusia, pengembangan budaya sekolah, dan akuntabilitas publik. Dengan demikian, keberadaan regulasi tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat profesionalisme kepala sekolah serta mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Efektivitas Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kurikulum, Sumber Daya Manusia, Pengembangan Budaya Sekolah, dan Akuntabilitas Publik Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/wh756t38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kepala sekolah dalam pengelolaan kurikulum, sumber daya manusia, pengembangan budaya sekolah, dan akuntabilitas publik di lingkungan pendidikan. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan mutu pendidikan melalui kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan yang tepat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi, koordinasi, supervisi akademik, serta keterlibatan warga sekolah dan masyarakat. Pengelolaan kurikulum yang terarah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, sedangkan pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Selain itu, budaya sekolah yang positif mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Dalam aspek akuntabilitas publik, transparansi program dan pelaporan kegiatan sekolah menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif guna meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis: Pengaruhnya dalam Meningkatkan Kualitas Belajar dan Kesehatan Siswa di SMPN Satu Atap Lembang Cililin Kabupaten Bandung Barat Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/5cd1d756

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program makan bergizi gratis terhadap kualitas belajar dan kesehatan siswa di SMPN Satu Atap Lembang Cililin Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis mampu meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran siswa, serta kondisi kesehatan peserta didik. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dan memiliki semangat belajar yang lebih baik selama proses pembelajaran berlangsung sehingga mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.