Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Resiko Bencana Gempa Bumi Serta Strategi Implementasi Sistem Informasi Manajemen untuk Mitigasi Bencana di Lombok Tengah Lalu Ahmad Murdhani
Explore Vol 14 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/ex.v14i1.105

Abstract

Penelitian ini akan fokus pada analisis resiko bencana gempa bumi yang ada di Kabupaten Lombok Tengah serta strategi implementasi sistem informasi manajemen untuk keperluan mitigasi bencana yang bisa diterapkan kedepannya. Analisis risiko bencana ini telah disusun dengan menggunakan metodologi yang disesuaikan dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Analisis Risiko Bencana, serta merujuk pada pedoman lainnya yang berlaku di kementerian/lembaga tingkat nasional. Kabupaten Lombok Tengah menghadapi resiko yang signifikan terkait gempa bumi, terutama di wilayah pesisir, Selatan, dan Tengah. Faktor ini menuntut adanya strategi mitigasi yang efektif. Strategi implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) muncul sebagai solusi yang terencana dan terarah, melibatkan analisis kebutuhan, identifikasi risiko, dan keterlibatan pihak terkait. Infrastruktur teknologi yang memadai, pelatihan masyarakat, dan integrasi data real-time menjadi fokus utama untuk membangun SIM yang efektif. Dengan merinci strategi ini, penelitian ini memberikan pandangan komprehensif yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Tengah.
Efektivitas Program FM332 Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat Murdhani, Lalu Ahmad; Mujahidin, Mujahidin
SOLID Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v14i1.709

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang terjadi di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan penanganan kemiskinan dengan program FM 332 kepada fakir miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Fakir Miskin 3,32% (FM 332), faktor pendukung dan penghambat program FM 332 di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Efektivitas suatu kebijakan yang perlu dipenuhi terdiri dari empat hal, seperti ketepatan sasaran program, sosialisasi program, pencapaian tujuan program dan pemantauan program. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil bahwa efektivitas program FM 332 penanganan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat sesuai indikator ketepatan sasaran program, sosialisasi program, pencapaian tujuan program dan pemantauan program dinilai efektif.Kata kunci:  Efektivitas, kemiskinan, sosial, kebijakan
Analisis Governansi Digital Menuju Mataram Kota Tangguh Bencana Mujahidin, Mujahidin; Murdhani, Lalu Ahmad
SOLID Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v14i1.710

Abstract

Penelitian ini membahas analisis mengenai governansi digital dalam konteks upaya menuju Mataram sebagai kota tangguh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi strategi governansi digital yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kota tersebut. Metode penelitian yang digunakan melibatkan analisis dokumentasi kebijakan, wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, dan survei terhadap implementasi teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan adanya upaya signifikan dalam menerapkan inisiatif governansi digital, seperti sistem peringatan dini dan platform partisipatif untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Namun demikian, temuan juga mengidentifikasi beberapa kendala, termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi dan tantangan terkait keamanan data. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat governansi digital dalam konteks mitigasi bencana, sejalan dengan tujuan Mataram sebagai kota tangguh bencana. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat memberikan panduan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan efektivitas strategi governansi digital untuk mendukung ketahanan bencana.
Implementasi aplikasi pelita kalbar dalam pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat Murdhani, Lalu Ahmad; Hariyanto, Restu Ragyl; Margio, Hendi; Aslamsyah, Hisyam
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2022): Histeria : Jurnal Ilmiah Soshum dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v1i1.267

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala atau hambatan yang terjadi dalam implementasi aplikasi PELITA KALBAR dalam pelayanan kepada masyarakat Provinsi Kalimantan Barat. Metode penelitian yang dilakukan melalui metode deskriptif  dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian hanya satu orang yaitu Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Jalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi aplikasi PELITA KALBAR dalam pelayanan kepada masyarakat Provinsi Kalimantan Barat pada pelaksanaanya sudah cukup optimal. Tetapi terdapat beberapa kendala atau hambatan dalam pelaksanaan yaitu seperti terbatasnya sumber daya manusia untuk mengoperasikan aplikasi PELITA KALBAR, kurangnya hubungan mitra antar dinas yang terkait, serta masih ada masyarakat yang belum sadar akan adanya aplikasi PELITA KALBAR. Hal ini dapat menganggu dan memperlambat kinerja pemerintah untuk memecahkan masalah yang terjadi.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED GOVERNMENT MANAGEMENT TRANSFORMATION IN IMPROVING THE QUALITY OF PUBLIC SERVICES IN THE ERA OF DIGITAL GOVERNANCE Lalu Ahmad Murdhani
Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Ninety Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69916/jkbti.v4i3.465

Abstract

This study aims to analyze the transformation of government management based on artificial intelligence in improving the quality of public services in the era of digital governance. The study focuses on the use of AI in public-service delivery, administrative decision-making, and bureaucratic efficiency, while also examining the need for accountability and public ethics in its implementation. This research uses a qualitative method with an exploratory-descriptive and conceptual model-building approach. Data were collected through secondary and documentary sources, including recent peer-reviewed journal articles, policy documents, institutional reports, and regulatory materials related to AI governance, digital government, public administration, and public-service innovation. The data were analyzed using thematic analysis to identify key patterns related to AI utilization, organizational readiness, decision-support systems, ethical risks, and accountability mechanisms. The findings show that AI can improve public services through automation, intelligent citizen interaction, complaint classification, document verification, and predictive service delivery. AI also supports bureaucratic efficiency by reducing repetitive administrative tasks, improving data-based decision-making, and strengthening service monitoring. The main contribution of this study is the formulation of an adaptive AI-based government management model consisting of five dimensions: AI-enabled service innovation, data-driven decision support, bureaucratic workflow redesign, human oversight, and ethical-accountable governance. This model emphasizes that AI transformation in government must be supported by institutional capacity, transparent procedures, human supervision, and public-value orientation.
BIG DATA AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN LOCAL GOVERNMENT DISASTER RISK MANAGEMENT: TOWARD RESPONSIVE AND ADAPTIVE GOVERNANCE Lalu Ahmad Murdhani
Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ninety Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69916/jkbti.v5i1.466

Abstract

This study aims to analyze the integration of big data and artificial intelligence in local government disaster risk management to support more responsive and adaptive governance. The research focuses on the use of big data and AI for disaster mitigation, early warning, emergency response, and post-disaster aid distribution. This study employs a qualitative method with an exploratory-descriptive approach and conceptual model development. Data were collected from secondary and documentary sources, including recent peer-reviewed journal articles, policy documents, disaster management guidelines, institutional reports, and regulatory materials related to digital governance, disaster risk reduction, big data analytics, artificial intelligence, and local government management. The data were analyzed using thematic analysis by classifying findings into key themes: data integration, AI-supported risk prediction, early warning, emergency coordination, aid distribution, institutional readiness, ethical risks, and public accountability. The findings show that big data can improve disaster governance by integrating geospatial, meteorological, population, infrastructure, social media, public complaint, and social assistance data. AI strengthens this process through predictive analytics, damage estimation, urgent-needs classification, evacuation support, misinformation detection, and assistance prioritization. The study contributes by proposing an integrated big data and AI-based local government disaster risk management model that links digital technology with mitigation, early detection, emergency response, and post-disaster recovery. The study implies that local governments must strengthen data governance, inter-agency coordination, human-resource capacity, transparency, privacy protection, and human oversight to ensure that AI-based disaster management remains accountable, ethical, and oriented toward public safety.
Community Participation In The Implementation Of The Drought Contingency Plan In Kupang City, East Nusa Tenggara Province Fobia, Benhard Benyamin; Whyudi, Erfan; Lalu Ahmad Murdhani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5619

Abstract

Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam implementasi Rencana Kontingensi Kekeringan (Renkon) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota Kupang bercirikan iklim semi-kering dengan curah hujan rendah dan musim kemarau yang panjang, sehingga sangat rentan terhadap kejadian kekeringan yang berkepanjangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang telah merumuskan Rencana Kontingensi sebagai instrumen untuk mengantisipasi dan mengelola dampak kekeringan; namun, efektivitas rencana ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif induktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan kunci dari BPBD Kota Kupang, dan anggota masyarakat, dilengkapi dengan observasi lapangan dan tinjauan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terwujud melalui keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi Informasi, Pendidikan, dan Komunikasi (KIE) dan latihan simulasi bencana terstruktur (Gladi Ruang, Gladi Posko, dan Gladi Lapang). Namun, partisipasi masih suboptimal karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang risiko kekeringan, cakupan sosialisasi yang tidak merata, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, kendala ekonomi, dan faktor sosial budaya. Strategi optimasi mencakup perluasan jangkauan sosialisasi ke seluruh desa perkotaan, melibatkan pemimpin masyarakat dan agama sebagai agen informasi, melakukan simulasi bencana multi-tahap, memperkuat koordinasi antar lembaga, dan meningkatkan alokasi anggaran untuk program manajemen bencana.