Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VISUALISASI DAN STATISTIK DESKRIPTIF BESERTA ANALISIS DATASET STATUS GIZI BALITA TAHUN 2022 PER PROVINSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN R Faqih Rifaldy, Faqih Rifaldy; M N Alfi Syahrin, M N Alfi Syahrin; M Irsan Prayoga, M Irsan Prayoga; Fajar Syakbani, Fajar Syakbani; Mhd. Furqan, Mhd. Furqan
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3.7025

Abstract

Dengan penekanan pada analisis statistik deskriptif dan visualisasi data menggunakan pemrograman R, penelitian ini mengkaji kesehatan gizi balita Indonesia pada tahun 2022. Perkembangan dan kualitas hidup generasi mendatang sangat dipengaruhi oleh masalah gizi balita, seperti stunting dan wasting, yang terus menjadi perhatian utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan statistik deskriptif dan visualisasi data untuk menyediakan data gizi balita dari 34 provinsi dengan cara yang lebih jelas. Metodologi penelitian ini mencakup pengumpulan informasi dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik, seperti proporsi anak dalam kategori status gizi baik, buruk, rendah, dan gizi lebih. Perangkat lunak RStudio dengan paket ggplot2, dplyr, dan cluster digunakan untuk melakukan analisis. Histogram, boxplot, scatter plot, analisis korelasi, dan pengelompokan provinsi berdasarkan karakteristik data gizi merupakan beberapa metode yang digunakan. Temuan-temuan yang diperoleh menunjukkan adanya variasi regional yang mencolok dalam distribusi status gizi, dengan daerah-daerah seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur memiliki tingkat gizi kurang dan gizi buruk tertinggi. Menurut analisis korelasi, gizi kurang dan gizi buruk berkorelasi negatif dengan kategori gizi baik. Menemukan pola tersembunyi dan pencilan yang sulit dikenali dalam tabel numerik dimungkinkan oleh visualisasi data. Studi ini menyoroti betapa pentingnya mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dengan statistik deskriptif dan visualisasi data. Temuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan untuk membuat strategi berbasis data yang lebih efisien yang akan meningkatkan gizi balita.
Implementasi Moderasi Beragama melalui Festival LIGHT In Manik Maraja II: Studi Program KKN UINSU 2025 Faqih Rifaldy, Faqih Rifaldy; Faisal Amir Munthe, Faisal Amir Munthe; M Rivky Abdillah Putra, M Rivky Abdillah Putra; Aulia Siddiq Siregar, Aulia Siddiq Siregar; Suci Zuriati, Suci Zuriati; Alifya Naura, Alifya Naura
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18307

Abstract

Festival LIGHT (Little Guardians of Harmony and Tolerance) In Manik Maraja II merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UINSU 2025 di Desa Manik Maraja. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Akhlak Mulia, Mewujudkan Islam Moderat Sejak Dini” dengan fokus pada internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pendekatan festival anak. Perlombaan disusun untuk berbagai tingkatan, mulai TK hingga SMA, mencakup lomba Adzan, Doa Sehari-hari, Pidato, Fashion Fest, Mewarnai, hingga lomba pengetahuan kebangsaan. Beberapa cabang lomba seperti Ranking 1, Pidato, dan Fashion Fest terbuka untuk peserta lintas agama. Kegiatan berlangsung selama dua hari, ditutup dengan acara persembahan berupa nasyid, volk song, tabligh akbar bertema moderasi beragama, dan seminar literasi keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi lintas agama yang signifikan, serta munculnya pemenang lomba dari berbagai latar belakang keagamaan. Hal ini membuktikan bahwa festival mampu menjadi ruang inklusif dalam menanamkan sikap toleransi, memperkuat karakter anak, serta mengimplementasikan moderasi beragama sejak dini. Program ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis budaya dan pendidikan multikultural yang aplikatif di tingkat desa