Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi, Penggunaan Gadget, dan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 serta Tinjauannya dalam Islam Saniyya, Shinta Elrica; Maulidya, Siti; Irwandi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4402

Abstract

Latar Belakang: Masalah gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan sosial orang dewasa. Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih di mana keadaan sulit tidur ini harus menyebabkan gangguan klinis yang signifikan. Sebagian anak muda termasuk mahasiswa kedokteran mengkonsumsi kopi untuk meningkatkan semangat beraktivitas maupun mengerjakan tugas. Faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu penggunaan gadget dan stres. Dalam pandangan Islam, Allah-lah yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Maka dari itu, manusia harus taat dan patuh terhadap perintah-Nya. Untuk menjaga kesehatan tubuh, umat muslim harus selalu berikhtiar dengan menjaga kecukupan makanan halal dan thayyib serta selalu bersyukur dan bertawakkal kepada Allah. Metode: Penelitian ini menggunakan 75 data sampel mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dengan desain penelitian cross sectional. Penetapan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Bahan penelitian yang digunakan berupa kuesinoer gabungan: Depression Anxiety Stres Scale, Insomnia Severity index, dan kuesioner yang menanyakan konsumsi kopi dan penggunaan gadget. Selanjutnya data akan dianalisis secara analitik menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan konsumsi kopi dengan kejadian insomnia (p=0,528), tidak ada hubungan penggunaan gadget dengan kejadian insomnia (p=1,000), namun ada hubungan stres dengan kejadian insomnia (p=0,013). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan kejadian insomnia, namun tidak terdapat hubungan terhadap konsumsi kopi dan penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI.
Quality of Life Among Older Adults Living with HIV: A Literature Review Saniyya, Shinta Elrica; Ardianto, Nova; Trisiswati, Maya
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.18831

Abstract

Advances in antiretroviral therapy have extended the life expectancy of people living with HIV, leading to a growing population of older adults with this condition who face age-related biological decline alongside persistent psychosocial pressures that may reduce their quality of life. This review was conducted to describe the quality of life of older adults living with HIV and to examine the psychosocial factors influencing it based on research published in the past five years. A literature review approach was employed by searching several online databases and selecting studies published between 2019 and 2025 that focused on quality of life and psychosocial aspects among individuals aged 50 years and older living with HIV. Six studies met the inclusion criteria and show a consistent pattern indicating that the quality of life of older adults with HIV is shaped by psychosocial conditions such as stigma, depression, and limited social support, all of which contribute to diminished well-being. Conversely, protective factors such as resilience and community support play a crucial role in enhancing psychological health and improving overall quality of life. These findings highlight that the well-being of older adults living with HIV is strongly influenced by their psychosocial environment, and emphasize the need for interventions that strengthen social support and foster resilience to promote better quality of life within this population.