Putu Agus Dharma Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELESTARIAN DAN PEMETAAN LINGKUNGAN HUTAN BAMBU DI INDONESIA BERBASIS MULTIPLATFORM MENGGUNAKAN FLUTTER LEAFLET Putu Agus Dharma Kusuma; I Made Widiartha; I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan
Jurnal Pengabdian Informatika Vol. 3 No. 1 (2024): JUPITA Volume 3 Nomor 1, November 2024
Publisher : Jurusan Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari 24 juta hektar lahan hutan di Indonesia telah terdegradasi akibat hilangnya lahan hutan secara luas, kebakaran hutan, dan praktik pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan. Di tengah kesulitan ekologi ini, budidaya bambu muncul sebagai pendekatan restorasi yang masuk akal untuk mengatasi degradasi lahan. Selain potensinya sebagai sumber bioenergi yang bernilai ekonomis, bambu juga menawarkan keuntungan ekologis lainnya, termasuk kemampuannya mengelola erosi, menahan air tanah, dan menyerap karbon. Aplikasi Bambu Village dibuat sebagai alat pemetaan sebaran dan konservasi bambu di Indonesia guna memaksimalkan pemanfaatan bambu sebagai solusi lingkungan. Proyek ini menggunakan metodologi Agile sebagai bagian dari Software Development Life Cycle (SDLC), yang memungkinkan adaptasi kebutuhan proyek dengan cepat. Fase Perencanaan, Desain, Pengembangan, Pengujian, dan Penerapan disorot dalam deskripsi tahapan SDLC dan penggunaan metodologi Agile dalam pengembangan aplikasi. Aplikasi telah berhasil memenuhi tujuan pengembangannya dan mendapat feedback positif dari pengguna, dibuktikan dengan hasil User Acceptance Test dengan nilai 92.2%. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Bambu Village berhasil memenuhi kebutuhan pengguna dan mencapai tujuan pengembangannya, menunjukkan potensinya sebagai instrumen yang berguna untuk membantu pelestarian dan perlindungan hutan bambu di Indonesia.
Perbandingan Algoritma Forward Chaining dalam Sistem Pakar Rekomendasi Peminatan Bidang Teknologi Putu Agus Dharma Kusuma; I Made Widiartha
Jurnal Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 4 (2023): JNATIA Vol. 1, No. 4, Agustus 2023
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JNATIA.2023.v01.i04.p13

Abstract

This research aims to compare the forward chaining algorithm with the Backward Chaining, Breadth-First Search (BFS), and Depth-First Search (DFS) algorithms in the context of an expert system for recommending specialization in the field of technology. The primary focus of this study is to analyze the runtime performance of each algorithm and determine the algorithm that provides the fastest runtime. The research methodology involves implementing the four algorithms in an expert system that provides recommendations for technology field specialization based on rules and user responses. The data used in the study consists of specialization rules in the technology field and user responses related to their interests in those fields. The results of the study demonstrate that the forward chaining algorithm outperforms the Backward Chaining, BFS, and DFS algorithms in terms of runtime performance. This indicates that the forward chaining algorithm is more efficient in generating technology field specialization recommendations. Based on the findings of this research, it is recommended to use the forward chaining algorithm in the development of expert systems for technology field specialization. This algorithm can assist users in obtaining recommendations quickly and efficiently, thereby enhancing user experience and the effectiveness of the expert system in providing suitable technology field specializations based on user interests.