Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Keluarga Muslim Progresif melalui Pendekatan Fiqh Ekologis : Building a Progressive Muslim Family through an Ecological Fiqh Approach Ranny Apriani Nusa; Abdurrahman Abdul Latief; Khalilah Nur ‘Azmy
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8145

Abstract

Ketahanan yang ditunjukkan oleh keluarga-keluarga Muslim dikembangkan tidak semata-mata melalui dimensi ekonomi dan spiritual, tetapi juga melalui kesadaran ekologis yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Artikel ilmiah ini berusaha untuk menyelidiki cara di mana nilai-nilai yang melekat dalam fiqh ekologis dapat digabungkan dan dinilai sebagai elemen penyumbang dalam pembentukan keluarga Muslim yang tangguh. Kerangka metodologis ini menekankan prinsip-prinsip dasar fiqh ekologis, yang meliputi: kewajiban pengelolaan (amanah), larangan bahaya (fasad), prinsip keseimbangan (mizan), kesucian lingkungan (taharah), dan penggunaan sumber daya yang bijaksana (israf). Menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif yang didasarkan pada tinjauan literatur, artikel ini meneliti manifestasi nilai-nilai tersebut dalam konteks domestik—mencakup praktik konsumsi berkelanjutan, pengelolaan limbah rumah tangga, dan pendidikan lingkungan dalam unit keluarga—di samping dampaknya pada berbagai dimensi ketahanan keluarga: spiritual, emosional, dan sosial. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi fiqh ekologis dalam unit keluarga tidak hanya meningkatkan keharmonisan dengan lingkungan alam tetapi juga menumbuhkan solidaritas, kesederhanaan, dan kesadaran kolektif sebagai komponen integral dari ibadah. Artikel ini menganjurkan perumusan instrumen evaluatif yang dirancang untuk mengukur implementasi nilai-nilai fiqh ekologis dalam kerangka keluarga Muslim.
Child Marriage as Structural and Ecological Violence: An Eco-Fiqh Critique of Indonesian Islamic Family Law Mohammad Saiful Islam; Ranny Apriani Nusa; Gazali; Abdul Rahman Abd. Latief; Jihan Safira
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10945

Abstract

Child marriage remains a persistent socio-legal issue in Indonesia, reflecting not only cultural and economic pressures but also deeper forms of structural and ecological violence. This study aims to critically examine child marriage through the lens of eco-fiqh, an integrative Islamic legal perspective that emphasizes the interconnectedness between human well-being, social justice, and environmental sustainability. Using a qualitative normative approach, this research analyzes Indonesian Islamic family law alongside relevant socio-ecological frameworks. The findings reveal that child marriage perpetuates structural violence by reinforcing gender inequality, limiting access to education, and sustaining cycles of poverty. Moreover, it embodies ecological violence by disrupting the balance of social and environmental systems, particularly in vulnerable communities where early marriage correlates with overpopulation, resource strain, and diminished resilience. From an eco-fiqh perspective, such practices contradict the maq??id al-shar?‘ah, especially the protection of life (?if? al-nafs), intellect (?if? al-‘aql), and progeny (?if? al-nasl). This study argues that Indonesian Islamic family law must be reinterpreted and reformed to incorporate eco-justice principles, promoting a more holistic understanding of harm and welfare. Strengthening legal frameworks, enhancing community awareness, and integrating eco-fiqh values into policy discourse are essential steps toward eliminating child marriage and fostering sustainable social development.