Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan sosial media terhadap keberlanjutan ekowisata Silalahi, Hanna Tresia; Ifanda, Dayun; Marsudi, Sundari; Tambunan, Hardiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32142

Abstract

Abstrak Media sosial saat ini sudah sangat melekat bagi semua orang. Pentingnya dalam mengelola sosial media dengan baik dapat menjaga lingkungan terkhusus ekowisata. Ekowisata mempunyai banyak manfaat, tidak hanya dirasakan oleh manusia tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan, flora serta fauna yang ada. Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi ekowisata diharapkan ekowisata yang ada di Indonesia dapat berkelanjutan. Pengabdian ini dilakukan di SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan pada hari Jumat, 14 Maret 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh) siswa/i kelas X SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. Pengabdian ini diawali dengan para dosen memperkenalkan diri serta memberikan pretest tentang ekowisata dan peran dari sosial media kepada peserta. Kemudian pemaparan materi oleh dosen, setelah itu dilanjutkan pembagian posttest kepada peserta. Sesi tanya jawab juga dilakukan mengenai pembuatan promosi yang baik dan seputar ekowisata yang ada di Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan pelatihan membuat promosi melalui sosial media pribadi peserta. Selanjutnya dilakukan dengan memberikan materi berupa informasi penggunaan sosial media, ekowisata, dan contoh yang tepat dalam melakukan promosi.  Pemahaman mengenai promosi ekowisata terhadap anak-anak generasi Z membuat para siswa sadar akan menjaga ekowisata. Selain itu juga akan mempunyai dampak yang baik bagi mereka terhadap pemakaian sosial media. Hasil pretest yang menunjukkan pemahaman yang baik ada 11 orang, pemahaman yang sedang ada 10 orang, sedangkan pemahaman yang kurang ada sebanyak 19 orang. Sedangkan untuk hasil posttest menunjukkan pemahaman yang baik ada 30 orang, pemahaman yang sedang ada 9 orang, sedangkan pemahaman yang kurang ada sebanyak 1 orang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang ekowisata dan cara mempromosikannya. Kata kunci: ekowisata; sosial media; pengabdian; generasi z; lingkungan Abstract Social media is now very attached to everyone. The importance of managing social media well can protect the environment, especially ecotourism. Ecotourism has many benefits, not only felt by humans but also benefits the environment, existing flora and fauna. With the many visitors who come to ecotourism sites, it is hoped that ecotourism in Indonesia can be sustainable. This service was carried out at SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan on Friday, March 14, 2025 with 40 (forty) participants from class X SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. This service began with the lecturers introducing themselves and giving pretests about ecotourism and the role of social media to the participants. Then the presentation of the material by the lecturer, after which the posttest was distributed to the participants. A question and answer session was also held regarding making good promotions and about ecotourism in Indonesia. This activity ended with training in making promotions through the participants' personal social media. Furthermore, it is carried out by providing material in the form of information on the use of social media, ecotourism, and appropriate examples of promotion.  Understanding the promotion of ecotourism to generation Z children makes students aware of maintaining ecotourism. It will also have a good impact on their use of social media. The pretest results showed a good understanding of 11 people, a moderate understanding of 10 people, while a lack of understanding was 19 people. As for the posttest results, there were 30 people with good understanding, 9 people with moderate understanding, and 1 person with poor understanding. With this activity, it is hoped that it can add insight and knowledge about ecotourism and how to promote it. Keywords: ecotourism; social media; service; generation z; environment
Review Literatur: Dampak Perubahan Iklim terhadap Satwa Liar Marsudi, Sundari; Ifanda, Dayun; Tambunan, Hardiansyah; Silalahi, Hanna Tresia; Arinda, Dela
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v5i3.583

Abstract

Climate change is one of the most significant global threats to the survival of wildlife, particularly in tropical regions that harbor high biodiversity yet remain vulnerable to environmental pressures. This study aims to examine the impacts of climate change on the distribution, phenology, behavior, and physiological responses of wildlife through a literature review of 23 scientific articles published between 2015 and 2025. The findings indicate that species with narrow habitat ranges and high sensitivity to temperature are especially vulnerable to climate change, particularly when compounded by anthropogenic disturbances such as deforestation and habitat fragmentation. Various impacts of climate change have been identified in tropical wildlife. Montane forest-endemic birds in the Andes have shifted to higher elevations due to rising temperatures, while Southeast Asian amphibians are threatened by declining microhabitat humidity. Changes in reproductive rhythms are evident in African wild dogs (Lycaon pictus), which have experienced shifts in their birthing seasons. In addition, increased nocturnal activity has been observed in large mammals in Africa and Asia as a response to thermal stress. Adaptive conservation strategies discussed include the establishment of ecological corridors, habitat restoration, and species distribution modeling. A science-based conservation approach is essential to address future ecological challenges.
Analisis Potensi Hutan Mangrove Sebagai Ekowisata Berkelanjutan Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Nelayan Seberang, Medan Belawan Daulay, Aulia Putra; Al'fatah, A'ung Ezra; Silalahi, Hanna Tresia
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32191

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki tingkat produktivitas yang tinggi yang memiliki banyak fungsi yang penting diantaranya fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fungsi ekonomi dari hutan mangrove dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dalam ekowisata mangrove. Ekowisata merupakan model bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, dalam model pariwisata bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, ekowisata juga berperan tidak hanya memiliki manfaat ekonomi tetapi memiliki manfaat ekologis dan sosial. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi dan manfaat hutan mangrove sebagai ekowisata mangrove dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Peneilitian dimulai dengan mengambil data jenis dan jumlah individu, kerapatan jenis, data pasang surut air laut yang dikumpulkan melalui pengambilan data langsung di lokasi penelitian. Informasi lokal, peta, dan dokumen yang berkaitan dengan kondisi penelitian dan hutan mangrove yang diperoleh melalui pengelola hutan mangrove. Selanjutnya, melakukan pengamatan kerapatan jenis, kerapatan relative jenis, frekwensi relative jenis, dominansi relative jenis, dan indeks keragaman jenis. Terakhir, melakukan analisis parameter kesesuaian ekowisata, dan analisis SWOT. Hasil dalam penelitian didapat sebanyak 11 jenis dengan total sebanyak 330 individu. Individu yang banyak di jumpai yaitu jenis Avicennia alba dengan nilai INP sebesar 89,25. Nilai IKW yang didapat sebesar 96,05 dengan kategori S1 (sangat sesuai) untuk ekowisata. Hutan mangrove di Desa Nelayan Seberang termasuk kedalam sesuai untuk ekowisata dengan beberapa analisis SWOT yang digunakan salah satunya dengan promosi melalui media sosial dan dukungan dari pemerintah dalam membangun fasilitas serta perkembangan dalam ekowisata mangrove. Kata Kunci: Analisis, Ekonomi, Ekowisata, Mangrove, MasyarakatABSTRACTMangrove ecosystems have high productivity and serve many important functions, including economic, social, and environmental functions. The economic function of mangrove forests is utilized by local communities in mangrove ecotourism. Ecotourism is a model for sustainable tourism development. In the tourism model for local governments and communities, ecotourism not only has economic benefits but also ecological and social benefits. Therefore, the purpose of this study is to analyze the potential and benefits of mangrove forests as mangrove ecotourism in improving the local community's economy. The study began by collecting data on species and number of individuals, species density, and tidal data, which was collected through direct data collection at the study site. Local information, maps, and documents related to the research conditions and mangrove forests were obtained from the mangrove forest managers. Next, observations were made on species density, relative species density, relative species frequency, relative species dominance, and species diversity index. Finally, an analysis of ecotourism suitability parameters and a SWOT analysis were conducted. The results of the study found 11 species with a total of 330 individuals. The most commonly found individual was the Avicennia alba species with an INP value of 89.25. The IKW value obtained was 96.05 with a category of S1 (very suitable) for ecotourism. The mangrove forest in Nelayan Seberang Village is suitable for ecotourism based on several SWOT analyses, one of which is promotion through social media and government support in building facilities and developing mangrove ecotourism.Keywords: Analysis, Community, Economy, Ecotourism, Mangrove