Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan gagasan filsafat progresivisme dalam Kurikulum Merdeka sebagai upaya pembaharuan pendidikan di Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan studi literatur terhadap kebijakan, dokumen kurikulum, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengkaji prinsip utama progresivisme, seperti pembelajaran berpusat pada peserta didik, pengalaman langsung, pengembangan kreativitas, dan pembelajaran kontekstual, kemudian dibandingkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka sejalan dengan gagasan progresivisme melalui penekanan pada diferensiasi pembelajaran, kebebasan guru dalam mengembangkan perangkat ajar, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai orientasi utama pendidikan. Selain itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan pendekatan tematik integratif membuktikan adanya kesinambungan antara teori progresivisme dan praktik pendidikan. Kesimpulannya, penerapan filsafat progresivisme dalam Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman, mendorong kemandirian belajar, serta membentuk peserta didik yang adaptif, kreatif, dan berkarakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan model implementasi kurikulum berbasis filsafat pendidikan yang lebih aplikatif.