Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK CREAM MINYAK JAHE MERAH Leli Nurlaeli; Astrid Novita; Atika Jaya Rani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah mempunyai efek untuk menurunkan sensasi nyeri juga meningkatkan proses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan, penggunaan panas pada jahe merah selain memberikan reaksi fisiologis, antara lain tidak meningkatkan respon inflamasi, kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai penetrasi yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga ke sirkulasi perifer. Jahe merupakan penekan ganda biosintesis prostaglandin dan leukotrien melalui penghambatan masing-masing siklooksigenase-1,2 dan 5-lipoksigenase. Oleh karena itu, jahe dan NSAID serupa dalam menekan prostaglandin tetapi berbeda dalam menekan leukotrien. Dengan demikian, jahe dapat memiliki efek terapeutik yang sama dengan komplikasi yang lebih sedikit dibandingkan NSAID. Jahe memiliki profil keamanan yang sangat baik bila dikonsumsi dengan tepat. Analisis sistematis menunjukkan bahwa jahe memiliki profil keamanan yang lebih tinggi daripada NSAID untuk menghilangkan rasa sakit, dengan jumlah efek samping lambung yang lebih kecil dan risiko ginjal yang lebih sedikit. Jahe merah merupakan varian jahe yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi. Kandungan minyak atsiri pada jahe cukup tinggi yaitu sekitar 2,58-3,9% dari berat kering. Kandungan kimia gingerol dalam jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri dan mual pada saat menstruasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mansur dalam (Rahmawati, Hasanuddin and Prianti, 2022) diperoleh krim yang mengandung campuran minyak jahe merah dan minyak cengkeh dapat menurunkan intensitas nyeri haid primer pada siswi SMP. Hal itu terlihat dari terdapatnya perbedaan intensitas nyeri haid yang signifikan pada pemakaian krim jam ke-3 antara nyeri haid sebelum dan sesudah pemakaian. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi formula cream manajemen nyeri dengan bahan aktif jahe merah di wilayah Jakarta Selatan. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen. Dimana dilakukan pembuatan formula dan uji formula, Sampel pada penelitian ini yaitu jahe untuk pembuatan formulasi cream dan Siswa SMA sebagai responden dalam pengujian efek cream jahe pada dismenore. Tidak ada Analisa data, karena hanya melihat stabilitas fisik cream
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) DAN DAUN KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Atika Jaya Rani; Putri Yogi Selviana; Aprilia Fatma
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Staphylococcus aureus is one of the pathogenic bacteria found on the skin, where it exists in small numbers without causing disease; however, in larger quantities, it can lead to infections. The use of plants as traditional medicine is considered relatively effective and safe for wound management, as it rarely causes side effects and is quite affordable. The bark of cinnamon contains eugenol and cinnamaldehyde, which function as antibacterials. Additionally, turmeric leaves have bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and phenolics that also serve as antibacterials. This study aims to analyze the phytochemical properties of a combination of cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) and turmeric leaf extract (Curcuma longa Linn.), and to determine the antibacterial activity and inhibition zones against Staphylococcus aureus using this combination. This research is classified as a laboratory experimental study. The method used to measure antibacterial activity is the disk diffusion method. The phytochemical test results of the combination of cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) and turmeric leaf extract (Curcuma longa Linn.) positively indicated the presence of flavonoid compounds, specifically flavanones or dihydroflavonols. The results of the antibacterial inhibition test showed that the combination of cinnamon extract and turmeric leaf extract at all concentrations of 15%, 30%, and 60% produced inhibition zones of 4.67 mm, 6.67 mm, and 12.17 mm, respectively. The combination of cinnamon extract and turmeric leaf extract effectively inhibits the growth of Staphylococcus aureus at a concentration of 60%, with an inhibition zone of 12.17 mm. Furthermore, the combination of these extracts can reduce the antibacterial effectiveness of cinnamon (Cinnamomum burmannii).