Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isolasi dan Pengamatan Pertumbuhan Bakteri pada Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Asal Kerinci Maura Maharani; Ardi Mustakim
Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Vol. 3 No. 4 (2025): Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/algoritma.v3i4.676

Abstract

Cinnamon bark (Cinnamomum burmannii) is known to contain antibacterial active compounds such as cinnamaldehyde and eugenol. However, as a natural material collected from open environments, it can become a habitat for various microorganisms, including bacteria. This study aimed to isolate and observe bacterial growth found on cinnamon bark originating from Kerinci. Samples were collected from a local market and processed using serial dilution, then cultured on Nutrient Agar (NA) and incubated for 24–48 hours at room temperature. The results revealed the growth of bacterial colonies with diverse morphological characteristics, such as round shape, smooth edges, and cream to cloudy white colors. Gram staining indicated the presence of both Gram-positive and Gram-negative bacteria. Preliminary biochemical tests showed both catalase-positive and catalase-negative isolates. These findings suggest that despite the antibacterial properties of cinnamon bark, certain microorganisms are capable of surviving. The detected bacteria are likely to be either endophytic or environmental contaminants that have adapted. These results provide an initial insight into the local microbial diversity and open opportunities for further exploration of bacteria with biotechnological potential, while also supporting post-harvest quality control of spice products.
Review Kandungan Bioaktif Dan Aktivitas Farmakologi Kopi Serta Buah Lokal (Melinjo, Kemunting, Ketapang, Kepayang, Buni, Nam-Nam, Pariyo: A Review of Bioactive Compounds and Pharmacological Activities of Coffee and Local Fruits (Melinjo, Kemunting, Ketapang, Kepayang, Buni, Nam-Nam, and Pariyo) Maura Maharani; Nailla Indayani Sumardi; Nyimas Fatiyah Aini; Tata Anggraini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9870

Abstract

Kopi dan berbagai buah lokal Indonesia seperti melinjo, kemunting, ketapang, kepayang, buni, nam-nam, dan pariyo merupakan sumber metabolit sekunder yang kaya dan memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan manusia. Kopi dari spesies Arabika, Robusta, dan Liberika mengandung kafein, asam klorogenat, polifenol, dan flavonoid yang diketahui memberikan aktivitas antioksidan, antidiabetes, neuroprotektif, serta modulasi metabolisme lipid dan glukosa. Buah lokal Nusantara juga menunjukkan keragaman senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, tanin, antosianin, saponin, serta berbagai polifenol yang berperan dalam efek antiinflamasi, antimikroba, antikanker, hepatoprotektif, dan antihiperlipidemik. Sintesis berbagai temuan menunjukkan bahwa sebagian besar tanaman memiliki mekanisme farmakologi yang didominasi oleh aktivitas penangkapan radikal bebas, modulasi respon imun, serta proteksi seluler. Informasi ini menegaskan pentingnya eksplorasi lanjutan terhadap potensi bioaktif tanaman, terutama dalam pengembangan produk nutraseutikal, fitofarmaka, dan pangan fungsional berbasis kekayaan hayati lokal. Pemanfaatan sumber daya ini tidak hanya memberikan peluang bagi inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga mendorong pelestarian biodiversitas dan kemandirian bahan baku alami di Indonesia. Temuan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai nilai strategis kopi dan buah lokal sebagai sumber senyawa bioaktif bernilai tinggi yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat.
PENERAPAN BIOETIKA KULTUR JARINGAN KENTANG GRANOLA L. TERHADAP PENGGUNAAN ZPT SINTETIS DI LABORATORIUM INSTANSI PERTANIAN SWASTA MEDAN Galih Hikmal Romadhon; Maura Maharani; Putri Andini
Jurnal Agro Indragiri Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v11i1.4094

Abstract

Abstract Tissue culture is a technique in which sterile plants, tissues, or plant organs propagate plants involved in the production of new individuals. The success of potato tissue culture is influenced by various factors, including the culture medium, growth regulators (ZPTs), organic matter, and environmental conditions. However, using tissue culture raises various ethical considerations with synthetic ZPTs. This study aims to analyze the respondents' level of understanding of the application of bioethical aspects in the use of synthetic growth regulators in Granola potato tissue culture. L and determine their perceptions of the impact of the use of synthetic ZPT on the environment and the sustainability of production. This research was conducted for 22 days, starting on February 27, 2025 until March 21, 2025. The location of this research was in the Tissue Culture Laboratory at one of the private agricultural institutions in Medan city. This type of research is using descriptive method. The results of this study indicate that however some respondents realize the importance of bioethical principles, such as work safety, the laboratory towards bioethics still varies. The results of this study indicate that while some respondents are aware of the importance of bioethical principles, such as work safety, environmental sustainability, and regulation of the use of chemicals, the implementation still has some obstacles, especially in the aspects of socialization, training, and supervision. In addition, respondents' perceptions of the impact of synthetic ZPT use on the environment and production sustainability are still not fully aligned with the practices applied in the laboratory. Keywords: ZPT, Granola. L, Tissue Culture. Abstrak Kultur jaringan adalah teknik yang digunakan untuk memperbanyak tanaman melalui jaringan atau organ tanaman steril. Keberhasilan kultur jaringan kentang dipengaruhi oleh faktor seperti media kultur, zat pengatur tumbuh (ZPT), bahan organik, dan kondisi lingkungan. Penggunaan ZPT sintetis menimbulkan pertimbangan etis terkait dampaknya terhadap lingkungan dan keberlanjutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman responden terhadap penerapan aspek bioetika dalam penggunaan ZPT sintetis pada kultur jaringan kentang Granola L serta menilai persepsi mereka mengenai dampak lingkungan dan keberlanjutan produksi. Penelitian ini berlangsung selama 22 hari, dari 27 Februari hingga 21 Maret 2025, di Laboratorium Kultur Jaringan pada salah satu instansi pertanian swasta di Medan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden menyadari pentingnya prinsip bioetika, seperti keselamatan kerja, keberlanjutan lingkungan, dan regulasi bahan kimia. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala pada aspek sosialisasi, pelatihan, dan pengawasan. Selain itu, persepsi responden terhadap dampak ZPT sintetis terhadap lingkungan dan keberlanjutan produksi belum sepenuhnya sejalan dengan praktik yang diterapkan di laboratorium. Kata kunci: ZPT, Granola. L, Kultur Jaringan.