Moka, Susana Alorida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN MENEMPEL GAMBAR TEKNIK MOZAIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Moka, Susana Alorida; Puspita, Nara Lintan Mega; Saidah, Halimatus
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i1.1192

Abstract

Perkembangan motorik halus adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak, kemampuan menggerakan otot-otot kecil yang berkembang sejalan dengan kematangan saraf, otot anak ataupun kemampuan kognitifnya dan setiap gerakan sesederhana apapun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh manusia melalui susunan saraf, otot, dan otak. Perkembangan Motorik halus anak dapat distimulasi dengan pemberian kegiatan menempel teknik mozaik yang dapat melatih gerakan otot- otot kecil pada anak secara bertahap dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah melalui kegiatan menempel teknik mozaik di RA Nurul Huda Mojoroto-Kota Kediri Tahun 2020.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian pre- eksperimental dengan sampel sebanyak 16 responden, dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah SOP dan lembar observasi checklist angket performance. Data dianalisa dengan SPSS dengan uji Wilcoxon Rank TestHasil penelitian menunjukkan bhawa sebelum diberikan kegiatan teknik mozaik 50.0% memiliki perkembangan motoric halus dalam kategori belum mampu, sesudah diberikan kegiatan menempel teknik mozaik 93.8% responden memiliki perkembangan motorik halus dalam kategori mampu. Hasil uji Wilcoxon rank test didapatkan ρ value: 0,02 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di RA Nurul Huda Mojoroto-Kota Kediri Tahun 2020.Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan perhatian dari orangtua ataupun pendidik dalam menstimulasi perkembangan motorik halus pada anak salah satunya dengan memberikan kegiatan menempel teknik mozaik. Kata Kunci: Perkembangan motorik halus, Teknik Mozaik, Anak Usia Prasekolah
Determinan Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama: Studi Cross-Sectional di Indonesia Timur Moka, Susana Alorida; Nayoan, Christina R.; Ruliati, Luh Putu; Roga, Anderias Umbu; Junias, Marilyn Susanti
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2043

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan remaja putri, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sotimori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan anemia pada remaja putri sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh remaja putri yang bersekolah di dua SMP yaitu SMPN 1 Landuleko dan SMP Satap Daiama, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao. Sample penelitian di hitung menggunakan rumus lemeshow. Jumlah sampel sebanyak 85 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi – square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,001), dukungan teman sebaya (p=0,001), dan ketersediaan tablet tambah darah (p=0,001) dengan upaya pencegahan anemia. Namun tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,307) dan peran tenaga kesehatan (p=0,215) dengan upaya pencegahan anemia. Kesimpulannya, faktor predisposisi, pendorong, dan pendukung semuanya memiliki kontribusi terhadap upaya pencegahan anemia pada remaja putri.