Kearifan lokal dalam budidaya tanaman obat masih menjadi praktik utama di berbagai wilayah perbukitan Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Masyarakat setempat meyakini bahwa teknik budidaya tradisional, seperti penggunaan pupuk alami, pengaturan waktu tanam berdasarkan kalender alam, dan pola tanam tumpang sari, mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas tanaman obat secara alami. Namun, studi ilmiah yang mendokumentasikan respons fisiologis tanaman terhadap perlakuan ini masih terbatas, khususnya dari pendekatan kualitatif yang menggali pemahaman lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons tumbuhan obat terhadap perlakuan budidaya tradisional yang diterapkan oleh masyarakat di wilayah perbukitan Desa Sumber Urip, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Lahan perbukitan dengan karakteristik tanah yang bervariasi serta kondisi iklim mikro yang khas menjadi faktor penting dalam pengamatan ini. Fokus utama penelitian adalah melihat bagaimana metode-metode tradisional seperti penanaman berbasis rotasi alami, penggunaan pupuk organik lokal, dan pengendalian hama secara alami memengaruhi pertumbuhan dan vitalitas berbagai jenis tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai rujukan. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola respons tumbuhan terhadap praktik budidaya tradisional tersebut. Jenis-jenis tumbuhan obat yang diamati antara lain sambiloto (Andrographis paniculata), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Respons tumbuhan dievaluasi berdasarkan indikator visual seperti kekuatan batang, warna daun, intensitas pertumbuhan, serta potensi produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budidaya tradisional yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keselarasan dengan alam memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan daya tumbuh tumbuhan obat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam konteks pertanian ramah lingkungan dan pelestarian tanaman obat lokal, terutama di wilayah perbukitan yang memiliki kondisi ekologi unik.