IPSSJ
Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)

KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN ANATOMI BEBERAPA KULTIVAR CABAI (capsicum annuum L.) DALAM MENANGGAPI CEKAMAN KEKERINGAN

Resti Safitri (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan respons morfologis dan anatomi dari empat kultivar cabai (Capsicum annuum L.), yaitu Lado F1, TM 999, Kastilo, dan Bhaskara, terhadap cekaman kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. Permasalahan kekeringan merupakan salah satu tantangan utama dalam budidaya cabai, khususnya di daerah pertanian terbuka seperti Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki curah hujan tidak merata sepanjang tahun. Pemahaman terhadap karakter adaptif tanaman melalui pendekatan morfologis dan anatomi menjadi landasan penting dalam upaya pemilihan kultivar yang tahan terhadap stres abiotik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode penelitian yang digunakan adalah studi literaturdengan mengumpulkan data dari berbagai rujukan. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola respons empat kultivar cabai (Capsicum annuum L.) terhadap cekaman kekeringan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi karakter khas dari masing-masing kultivar dalam merespons kondisi defisit air, baik secara visual maupun struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kultivar memberikan respons yang bervariasi terhadap cekaman kekeringan. Kultivar Bhaskara menunjukkan tingkat toleransi yang paling tinggi, ditandai dengan morfologi daun yang sempit dan berwarna hijau gelap, serta anatomi jaringan yang lebih adaptif seperti penebalan dinding sel dan efisiensi jumlah stomata. Kultivar Kastilo memperlihatkan tingkat toleransi sedang, sementara TM 999 dan Lado F1 cenderung menunjukkan gejala stres lebih cepat, antara lain berupa kelayuan, kutikula yang tipis, serta jaringan spons yang kurang kompak. Selain pengamatan biologis, persepsi petani terhadap performa masing-masing kultivar turut diperoleh melalui studi literatur, yang menunjukkan kesesuaian antara pengamatan lapangan dan pengalaman empiris petani. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam karakter adaptif antar kultivar cabai terhadap cekaman kekeringan. Kultivar Bhaskara dapat direkomendasikan sebagai varietas unggul untuk dikembangkan pada lahan kering, mengingat kemampuan adaptasi morfologi dan anatominya yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan varietas cabai adaptif dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan di daerah rawan kekeringan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ojs

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Education Languange, Linguistic, Communication & Media Public Health Social Sciences

Description

Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) dengan E-ISSN 3064-4011 merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, ...