p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KELAYAKAN TEKNIK DAN FINANSIAL PROYEK PLTS DI PULAU LIMBUNG KALIMANTAN BARAT Suwardana Wisnu Prabawa
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia masih bergantung pada energi fosil untuk sumber pembangkit listrik. Mengingat, bahan bakar fosil terbatas, upaya melakukan peralihan ke energy terbarukan dan ramah lingkungan semakin digiatkan. Studi literatur ini dilakukan di Pulau Limbung dengan melakukan analisa kelayakan pembangunan Pembangkit Lisrik Tenaga Surya.Penelitian ini mengkaji kelayakan teknis dan finansial implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Limbung. Analisis teknis menunjukkan potensi insolasi harian rata-rata 4,85 kWh/m²/hari, mendukung perancangan sistem PLTS hybrid 350 kWp dengan baterai 700 kWh. Evaluasi finansial berdasarkan teori penganggaran modal menghasilkan Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR)14,5%, dan Payback Period 9,8 tahun, serta Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 1.850/kWh, artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga hybrid layak direalisasikan . Proyek ini juga berpotensi mengurangi emisi 925 ton CO2/tahun.    
KAJIAN KELAYAKAN TEKNIK DAN FINANSIAL PROYEK PLTS DI PULAU PADANG TIKAR KABUPATEN KUBU RAYA Suwardana Wisnu Prabawa; M. Ahsin Sidqi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 07 Desember (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui dan menganalisis jumlah potensi energi surya yang tersedia di Pulau Padang Tikar serta mempelajari distribusi intensitas radiasi surya sepanjang tahun sebagai dasar perencanaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). 2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor teknis dan lingkungan yang mempengaruhi desain sistem PLTS hibrida yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan sistem penyimpanan energi (baterai) yang sesuai dengan kebutuhan energi masyarakat di Pulau Padang Tikar. 3) Menganalisis pengaruh penggunaan sistem pelacak surya (solar tracker) terhadap peningkatan efisiensi pembangkit listrik tenaga surya dan mengkaji keterbatasan teknis dan ekonomi dalam penerapannya di lokasi proyek. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, perhitungan, dan studi literatur. Analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Potensi Energi Surya dan Distribusi Radiasi Surya, Analisis Faktor Teknis dan Lingkungan dalam Desain Sistem PLTS Hibrida, serta Analisis Pengaruh dan Keterbatasan Solar Tracker. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pulau Padang Tikar memiliki potensi energi surya yang tinggi dengan radiasi rata-rata sebesar 5,3 kWh/m² per hari, yang mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas ±2,8 kWp untuk kebutuhan harian 10 kWh. Untuk memenuhi total kebutuhan energi masyarakat sebesar 700 kWh/hari, dirancang sistem PLTS hibrida dengan kapasitas 978 kWp, baterai 875 kWh, dan PLTD sebagai cadangan 10%, yang menghasilkan LCOE sebesar Rp4.099/kWh, yang lebih efisien dibandingkan dengan diesel. Penerapan solar tracker satu sumbu dapat meningkatkan efisiensi hingga ±25% atau 34.560 kWh/tahun, dengan investasi tambahan sebesar Rp300 juta dan periode pengembalian investasi selama 6 tahun, yang cocok diterapkan karena topografi datar dan intensitas surya yang tinggi, meskipun membutuhkan pemeliharaan rutin dan mitigasi cuaca ekstrem. Proyek PLTS di Pulau Padang Tikar bertujuan untuk menggantikan 600.000 kWh/tahun listrik diesel (510 ton CO2/tahun) dengan PLTS berkapasitas 460 kWp. Meskipun pembangkit listrik tenaga surya memiliki emisi tidak langsung sebesar 36 ton CO2/tahun dari siklus hidupnya, proyek ini akan mengurangi emisi karbon bersih tahunan sebesar 474 ton CO2. Selama 25 tahun, total penghindaran emisi mencapai 11.850 ton CO2. Pengurangan emisi ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan pendapatan dari perdagangan karbon, dengan perkiraan USD 118.500 selama 25 tahun jika harga karbon diasumsikan USD 10/ton. Potensi finansial ini sangat penting untuk kelayakan dan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.