Indonesia masih bergantung pada energi fosil untuk sumber pembangkit listrik. Mengingat, bahan bakar fosil terbatas, upaya melakukan peralihan ke energy terbarukan dan ramah lingkungan semakin digiatkan. Studi literatur ini dilakukan di Pulau Limbung dengan melakukan analisa kelayakan pembangunan Pembangkit Lisrik Tenaga Surya.Penelitian ini mengkaji kelayakan teknis dan finansial implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Limbung. Analisis teknis menunjukkan potensi insolasi harian rata-rata 4,85 kWh/m²/hari, mendukung perancangan sistem PLTS hybrid 350 kWp dengan baterai 700 kWh. Evaluasi finansial berdasarkan teori penganggaran modal menghasilkan Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR)14,5%, dan Payback Period 9,8 tahun, serta Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 1.850/kWh, artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga hybrid layak direalisasikan . Proyek ini juga berpotensi mengurangi emisi 925 ton CO2/tahun.
Copyrights © 2025