Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Efisiensi Pelayanan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader dan Implementasi SOP di Posyandu Matahari Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Ramadhani, Reza Wahyu; Mahendra, Ahnaf Zaky; Suleman, Angellia; Rahmadani, Aulia Tia; Sam, Dela Damarti; Hasanah, Dina; Muhammad, Maghfir Izzani; Jadid, Muhamad Ar-Ruhul; Tambunan, Syebat Triana; Dzakira, Tsabita Radhiya; Nurrachmawati, Annisa; Permana, Lies; Rohmah, Nur; Agustina, Rina Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5110

Abstract

Pelayanan di Posyandu Matahari menghadapi tantangan pelayanan lambat disebabkan sistem antrian yang tidak teratur. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP) di RT 19 dan 21, Kelurahan Lok Bahu, Samarinda. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD) dengan kader, dan implementasi SOP pelayanan lima meja. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pelayanan, dengan waktu tunggu rata-rata kurang dari 5 menit di sebagian besar meja pelayanan. Partisipasi aktif kader dalam menerapkan SOP mengalami peningkatan yang positif. Program ini masih menghadapi tantangan, khususnya dalam kepatuhan prosedur antrian dan konsistensi kehadiran kader pada sesi pelatihan. Program pemberdayaan ini berhasil meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan di Posyandu Matahari.
SPARKLING: Sekolah Perempuan Produktif Kreatif Lintas Inspirasi Nan Gemilang Sebagai Upaya Pengembangan UMKM melalui Produk Olahan Lele yang Bernilai Gizi Tinggi Guna Menunjang Perekonomian Masyarakat Kelurahan Sindang Sari: SPARKLING: Creative Productive Women's School with Brilliant Cross-Inspiration as an Effort to Develop MSMEs through Processed Catfish Products with High Nutritional Value to Support the Economy of the Sindang Sari Village Community Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Adelita, Rafanda; Rahmadani, Aulia Tia; Denis, Rafael Fernando; Dzakira, Tsabita Radhiya; Hawanda, Hawanda; Sariyati, Mely
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.264

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas mengenai peran SPARKLING, sekolah perempuan yang digagas oleh Tim Pelaksana PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Universitas Mulawarman untuk mendorong keterampilan dalam pengolahan bahan pangan unggulan perempuan dalam rangka peningkatkan status Kesehatan serta peningkatan ekonomu masyarakat Kelurahan Sindang Sari. Kelurahan Sindang Sari, berada kecamatan Sambutan, Samarinda dengan populasi penduduk dengan populasi penduduk sekitar 2889 jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan status Kesehatan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan terkait Kesehatan dan entepreneur kepada perempuan di desa tersebut. Penelitian ini menyoroti konteks sosial- ekonomikelurahan Sindang Sari, yang sering kali dihadapkan pada tantangan Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan program ini diawali dari observasi, identifikasi masalah, pengembangan program, sosialisasi, pembentukan staf, perekrutan kelompok sasaran, implementasi, perluasan kemitraan, hingga monitoring dan evaluasi. Dalam praktiknya, para peserta SPARKLING dibekali dengan pengetahuan dalam mengelola potensi bahan pangan local unggulan menjadi produk bergizi dan bernilai tinggi dalam mendirikan usaha kecil dan mengejar peluang bisnis di tingkat lokal melalui subprogram seperti pelatihan memasak, pemasaran, dan workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SPARKLING telah berhasil mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Perempuan-perempuan yang telah lulus dari program ini telah memainkan peran penting dalam memajukan ekonomi desa melalui berbagai inisiatif bisnis. Selain itu, program ini juga telah mengubah pandangan sosial terhadap perempuan dalam masyarakat dan meningkatkan kontribusi ekonomi sektor informal.  This scientific article discusses the role of SPARKLING, a women's school initiated by the PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Mulawarman University Implementation Team to encourage skills in processing superior food ingredients for women in order to improve the health status and economic development of the Sindang Sari Village community. Sindang Sari Village is located in Sambutan District, Samarinda with a population of around 2889 people. The purpose of this community service activity is to improve the health status and economic welfare of the community through education and training related to health and entrepreneurship for women in the village. This study highlights the socio-economic context of Sindang Sari Village, which is often faced with the challenges of sustainable economic development. The method of implementing this program begins with observation, problem identification, program development, socialization, staff formation, recruitment of target groups, implementation, expansion of partnerships, to monitoring and evaluation. In practice, SPARKLING participants are equipped with knowledge in managing the potential of superior local food ingredients into nutritious and high-value products in establishing small businesses and pursuing business opportunities at the local level through sub-programs such as cooking training, marketing, and workshops. The results of the study show that the SPARKLING program has succeeded in encouraging the growth of the MSME sector. Women who have graduated from this program have played an important role in advancing the village economy through various business initiatives. In addition, this program has also changed the social view of women in society and increased the contribution of the informal sector economy.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Operator PT. X di Kota Bontang Dzakira, Tsabita Radhiya; Sultan, Muhammad; Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Ramdan, Iwan Muhamad; Hardianti, Dewi Novita
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.52-59.2026

Abstract

Noise in the workplace is a major risk factor that can cause hearing loss, especially in the oil and gas industry, which has high noise exposure. Long-term exposure to noise above the Threshold Limit Value (TLV) can cause permanent Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Based on observations at PT. X, Bontang City, several areas showed noise levels above 85 dBA, potentially causing hearing impairment among workers. This study aims to determine the relationship between noise levels, length of service, use of hearing protection devices (HPDs), and noisy hobbies or activities with hearing loss among operators at PT. X in Bontang City. The study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were obtained through noise measurements, questionnaires, and audiometric examination results. Analysis was performed using Spearman's Rank Correlation test to assess the relationship between variables. The results of the study show a significant relationship between noise levels (p=0.000, r=0.951), the use of hearing protection devices (p=0.000, r=- 0.645), and noisy hobbies or activities (p=0.006, r=0.398) with hearing impairment (p<0.05). However, the variable of length of service did not show a significant relationship (p=0.055, r=0.282). It can be concluded that noise levels, the use of hearing protection devices (HPDs), and noisy hobbies or activities are associated with hearing loss, while length of service is not. It is recommended that companies conduct regular audiometric examinations at least twice a year, create Noise Contour Maps on a routine basis, and update noise warning signs in the workplace. The selection of comfortable EPP and education regarding the use of high-risk earphones are also necessary to prevent hearing loss and increase workers' awareness of the dangers of noise.