Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum maksimal. Dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan bahan ajar seperti buku paket cetak pegangan guru dan peserta didik yaitu berupa LKS yang di dalamnya hanya memuat materi pembelajaran dan soal-soal latihan disertai dengan gambar yang berlatar hitam putih saja sehingga membosankan dan tidak terlalu menarik bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan LKPD Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis model Problem Based Learning yang valid, praktis, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).Hasil validitas LKPD mata pelajaran Pendidikan Pancasila berbasis model problem based learning divalidasi oleh 15 validator, yaitu dari keseluruhan validasi LKPD diperoleh nilai rata-rata 81,16 % dengan kategori sangat valid, validasi modul ajar diperoleh nilai rata-rata 84,25% dengan kategori sangat valid, validasi soal diperoleh nilai rata-rata 84,25% dengan kategori sangat valid. Hasil praktikalitas keterlaksanaan modul ajar untuk setiap pertemuan diperoleh rata-rata 94,45% dikategorikan sangat praktis, melalui angket respon guru oleh guru kelas V diperoleh hasil 97,5% dikategorikan sangat praktis, sedangkan melalui angket respon peserta didik diperoleh hasil rata-rata 98,84% dikategorikan sangat praktis. Hasil efektifitas yang diperoleh dari hasil tes belajar peserta didik disekolah utama diperoleh rata-rata 91,66% dikategorikan efektif, sedangkan disekolah lain melalui penyebaran uji efektivitas diperoleh hasil 83,33% dikategorikan efektif.