Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Problem Based Learning Model of Understanding of Science Concepts as Seen in the Factors of Critical Thinking Abilities of Grade V Elementary School Students Rahman, Nahar Nur; Gunarhadi, Gunarhadi; Chumdari, Chumdari
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i3.7842

Abstract

Miscopception wrong concepts in science learning is a major challenge for elementary school (SD) students, which can hinder the learning process and form a less scientific mindset. This article discusses the influence of Problem Based Learning and Inquiry Learning models on understanding science concepts, as well as the role of critical thinking skills in supporting this understanding. This research uses a quasi-experimental method with a 2x2 factorial design.The results of the research show that there are significant differences in understanding concepts between students taught with Problem Based Learning and Inquiry Learning. The average conceptual understanding score for students taught with Problem Based Learning is 72.07, while for students taught with Inquiry Learning it is 69.65. In addition, students with high critical thinking skills have an average conceptual understanding score of 81.15, while students with low critical thinking skills have an average score of 60.5. The research results also show that there is an interaction between the learning model and critical thinking skills on students' understanding of concepts. Problem Based Learning has proven to be more effective in increasing understanding of concepts, especially for students with high critical thinking skills.In conclusion, the learning model has a significant effect on understanding science concepts, with Problem Based Learning being a more effective strategy than Inquiry Learning. Apart from that, critical thinking skills play an important role in increasing understanding of science concepts in elementary schools.
Analysis of Science Misconceptions for Class VI Elementary School Using The Certainty of Response Index Method Rahman, Nahar Nur; Gunarhadi, Gunarhadi; Chumdari, Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98880

Abstract

Penting bagi pendidik menanamkan konsep yang benar pada siswa, sebab konsep yang diajarkan di Sekolah Dasar akan menjadi dasar pemikiran bagi siswa dan itu akan mendasari pemikiran siswa pada jenjang selanjutnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, dengan sampel sebanyak 100 peserta didik yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan non-tes. Tes dilakukan menggunakan instrumen diagnostik yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi, sedangkan non-tes menggunakan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa 45% peserta didik mengalami miskonsepsi mengenai konsep adaptasi makhluk hidup. Persentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada subkonsep adaptasi tumbuhan xerofi sebesar 65%, sedangkan persentase terendah pada subkonsep adaptasi kantong semar sebesar 10%. Faktor utama penyebab miskonsepsi ini berasal dari pemikiran peserta didikĀ  dan berbagai macam sumber belajar. Peran pendidik dalam memberikan pemahaman konsep yang benar sejak dini untuk mencegah terjadinya miskonsepsi yang dapat berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya. Upaya perbaikan dalam strategi pembelajaran dan penyediaan sumber belajar yang valid sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat miskonsepsi di kalangan peserta didik.