Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Negatif Media Sosial Tiktok terhadap Pola Interaksi Anak Remaja dan Orang Tua di Rumah Nurul Lailie, Shofie; Aryani, Desti; Rizqy Anwar, Fakhirah; Pratama Aristiawan, Yudistira
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.20007

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan keluarga, terutama dalam pola interaksi dan komunikasi antara orang tua dan anak. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang mempengaruhi perilaku anak-anak adalah media sosial, dengan TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer di kalangan usia dini hingga remaja. TikTok memiliki daya tarik yang kuat karena memicu rasa ingin tahu serta mendorong keterlibatan aktif anak dalam konten digital yang bersifat cepat, visual, dan interaktif. Berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti TikTok dapat mempengaruhi perilaku sosial anak, menurunkan kualitas interaksi interpersonal dalam keluarga, serta meningkatkan risiko kecanduan digital dan isolasi sosial (Fazry & Apsari, 2021; Irawan & Sukmawati, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh negatif media sosial TikTok terhadap pola interaksi anak dan orang tua dalam lingkup keluarga serta mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan orang tua dalam mengelola kebiasaan digital anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua yang anaknya aktif menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif—baik verbal maupun nonverbal—berperan penting dalam membangun kedekatan emosional, meningkatkan kepercayaan antara anak dan orang tua, serta menjadi bentuk kontrol sosial dalam penggunaan media digital (Purnomo, 2024). Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua dalam komunikasi interpersonal menjadi kunci dalam menciptakan keharmonisan keluarga dan meminimalkan dampak negatif media sosial terhadap anak.
Komparasi Dashboard Facebook Dan Instagram Kasus Pada Iklan Perusahaan Tas Lailie, Shofie Nurul; Aryani, Desti; Rizqy Anwar, Fakhirah; Aristiawan, Yudistira Pratama; Ridwan, Muhammad; sari, Intan Anjar; Alianti Oktapiandi, Siti; Fitrianni, Sulistia; Muttaqien, Ryan; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4738

Abstract

Platform Meta Ads menjadi salah satu sarana strategis dalam pemasaran digital modern yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas iklan Meta Ads antara platform Facebook dan Instagram pada perusahaan tas Wesback. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif komparatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari dashboard Meta Business Suite selama periode Juni hingga Agustus 2025 pada Perusahaan wesback. Empat indikator utama digunakan untuk menilai efektivitas iklan, yaitu jumlah pengikut (followers), interaksi konten (engagement), klik tautan (link clicks), dan tayangan (impressions). Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Welch’s t-test untuk menguji signifikansi perbedaan antara dua platform dengan varians yang tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik (p > 0,05) pada keempat indikator, namun terdapat kecenderungan perbedaan secara praktis. Facebook menunjukkan keunggulan pada indikator tayangan dan klik tautan, sedangkan Instagram lebih unggul pada indikator pengikut dan interaksi. Temuan ini menegaskan bahwa Facebook relative lebih efektif dalam meningkatkan jangkauan audiens dan konversi, sementara Instagram unggul dalam membangun hubungan emosional serta kesadaran merek. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) untuk mengoptimalkan sinergi pada kedua platform sesuai dengan tujuan pemasaran perusahaan.