Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan keluarga, terutama dalam pola interaksi dan komunikasi antara orang tua dan anak. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang mempengaruhi perilaku anak-anak adalah media sosial, dengan TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer di kalangan usia dini hingga remaja. TikTok memiliki daya tarik yang kuat karena memicu rasa ingin tahu serta mendorong keterlibatan aktif anak dalam konten digital yang bersifat cepat, visual, dan interaktif. Berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti TikTok dapat mempengaruhi perilaku sosial anak, menurunkan kualitas interaksi interpersonal dalam keluarga, serta meningkatkan risiko kecanduan digital dan isolasi sosial (Fazry & Apsari, 2021; Irawan & Sukmawati, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh negatif media sosial TikTok terhadap pola interaksi anak dan orang tua dalam lingkup keluarga serta mengeksplorasi strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan orang tua dalam mengelola kebiasaan digital anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua yang anaknya aktif menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif—baik verbal maupun nonverbal—berperan penting dalam membangun kedekatan emosional, meningkatkan kepercayaan antara anak dan orang tua, serta menjadi bentuk kontrol sosial dalam penggunaan media digital (Purnomo, 2024). Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua dalam komunikasi interpersonal menjadi kunci dalam menciptakan keharmonisan keluarga dan meminimalkan dampak negatif media sosial terhadap anak.