Komunikasi interpersonal mahasiswa di era digital mengalami perubahan signifikan, di mana interaksi yang sebelumnya dilakukan langsung kini banyak difasilitasi melalui media digital. Penggunaan media ini mempermudah komunikasi, namun juga menimbulkan tantangan seperti miskomunikasi, tekanan untuk merespons cepat, dan berkurangnya kedekatan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi interpersonal mahasiswa, tantangan yang muncul, serta strategi yang digunakan untuk membangun interaksi yang efektif di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan pengamatan. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu mahasiswa yang menempuh minimal empat semester dan aktif menggunakan teknologi digital. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola komunikasi, hambatan, dan strategi interaksi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa menggunakan WhatsApp untuk komunikasi informal dan koordinasi tugas, sedangkan Zoom dan Google Meet untuk pertemuan formal. Media digital mempermudah interaksi, tetapi tetap menimbulkan tantangan seperti miskomunikasi dan dominasi komunikasi daring yang mengurangi kedekatan emosional. Strategi efektif yang diterapkan meliputi penyampaian pesan jelas, komunikasi rutin, empati, dan keseimbangan antara interaksi digital dan tatap muka. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena jumlah informan yang relatif sedikit, namun memberikan wawasan penting untuk pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa di era digital.