Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA SCREENING GANGGUAN BAHASA DAN BICARA PADA ANAK – ANAK Sudarman; Gunawan; Setyadi Nugroho; Dodiet Aditya. S
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/xfbjb116

Abstract

Bahasa dianggap sebagai cara terbaik untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, baik yang konkrit maupun abstrak, karena bahasa adalah alat ucap manusia yang menghasilkan bunyi. Keterlambatan berbicara adalah gangguan berbahasa yang menyebabkan anak merasa sulit berbicara atau kurang jelas mengatakan apa yang ingin mereka katakan kepada orang lain. Meskipun kelainan atau kerusakan pada bagian otak manusia dapat menyebabkan gangguan berbahasa, tuturan adalah bagian penting dari proses berbahasa yang menyempurnakan alat ucap untuk menyampaikan ide-ide yang telah diproses dalam otak. Metode pengabmas meliputi proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan, dilakukan penjajagan dan identifikasi masalah di desa Sroyo. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan pelatihan kader kesehatan di desa Sroyo, yang terdiri dari 30 kader yang hadir. Tahap evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader kesehatan setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan pengabmas di Kecamatan Jaten. Hasil penyuluhan kader kesehatan di desa Sroyo, Kec. Jaten diikuti oleh para kader kesehatan (posyandu) dengan perserta rata-rata berjanis kelamin perempuan sebanyak 35 orang (70%), sedang rerata usia 41-50 tahun (60%),  untuk rata-rata jenjang pendidikan SLTA sebanyak 15 orang  (30%), sedangkan  rata-rata pekerjaan adalah karyawan sebanyak 30 orang (60%). Tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang screening gangguan bahasa dan bicara meningkat, dengan skor rata-rata 1.7600 sebelum dan 2.8800 setelah tes. Ini menunjukkan bahwa kader kesehatan memiliki pengetahuan yang lebih baik sebelum dan setelah penyuluhan. Penyelenggaraan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan pada kader kesehatan di desa Sroyo, Kec Jaten dilakukan oleh tenaga terlatih dari Jurusan Terapi wicara kepada kader kesehatan sangat diperlukan agar hasil penyuluhan ini berhasil optimal.
ANALISIS MUTU PELAYANAN TERAPI WICARA BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN TERAPI WICARA DI RS KABUPATEN KLATEN Gunawan; Setyadi Nugroho
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.46

Abstract

Penyelenggaraan  pelayanan  kesehatan  di  Indonesia  baik  yang  diselenggarakan pemerintah pusat maupun daerah harus memperhatikan mutu/kualitas pelayanan. Beberapa hal  yang  menjadi  alasan  diatas,  pertama,  mutu  pelayanan  kesehatan  merupakan  hak masyarakat/warga  negara  yang harus  dipenuhi  oleh pemerintah.  Kedua, mutu pelayanan kesehatan dapat menjadi jaminan bagi pelanggan/masyarakat untuk mencapai hasil berupa optimalisasi derajat kesehatan masyarakat (Leebov, 1991). Sesuai Amanah Undang-Undang  RI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Pasal 24 ayat 1,  Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2014 Tentang Rumah Sakit   Pasal 13 ayat 3, Undang-Undang RI  No. 36 Tahun  Tentang Tenaga Kesehatan Pasal 58 ayat 1a. Bahwa Setiap Tenaga Kesehatan : Harus memenuhi ketentuan Kode Etik, Standar Profesi, Hak Pengguna Pelayanan Kesehatan, Standar Pelayanan, dan Standar Operasional Prosedur. Oleh karena itu ketersedian standar pelayanan terapi wicara yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah tertuang pada Peratutan Menteri Kesehatan No 81 tahun 2014 yang akan dikaji secara analisis pada penelitian ini di Kabupaten Klaten. Tujuan. Mengetahui mutu pelayanan terapi wicara di rumah sakit di Kabupaten Klaten berdasarkan Standar Pelayanan Terapi menggunakan Parameter Peraturan Menteri Kesehatan RI No 81 Tahun 2014. Subyek dan Metode. Penelitian ini menggunakan metode survey, Jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini bertujuan mencari informasi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah bukan untuk menguji hioptedid. Informan diambil secara purposive sampling. Instrumen. Dalam peneleitian ini adalah Parameter Standar Pelayanan Terapi Wicara berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 81 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Terapi Wicara. Hasil Penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini yang dapat disimpulkan adalah dari lahan penelitian yang disurvey sebanyak 2  RS Pemerintah lokasi yang berada di Kabupaten Klaten : 1). Rumah Sakit Umun Pusat Dr Soeradji Tirtonegoro: Score 55,6 dengan Keterangan C. (2) Rumah Sakit Jiwa Dr Soejarwadi : Score 80 Keterangan B + atau A -. Hasil mengucu Berdasarkan Parameter Standar Pelayanan Terapi Wicara PMK 81 tahun 2014.