Parina, Rinrin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis persepsi Guru SD terhadap pendekatan STEM dalam pembelajaran di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Parina, Rinrin; Ghullam Hamdu, M.Pd; Agnestasia Ramadhani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24350

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap pendekatan STEM dalam pembelajaran di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, penelitian ini melibatkan 50 guru sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran guru terhadap pentingnya STEM dalam kehidupan modern cukup tinggi, dengan skor rata-rata lebih tinggi di Kabupaten daripada di Kota. Namun, pemahaman konsep dasar STEM masih dalam kategori netral, yang menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas guru dalam aspek ini. Sementara itu, tingkat kelancaran guru dalam menerapkan STEM dalam pembelajaran menunjukkan kategori setuju di kedua area, yang menunjukkan kesiapan yang cukup baik untuk implementasi di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru pendekatan STEM, sehingga dapat diimplementasikan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: Persepsi Guru, STEM, Pembelajaran ABSTRAK Penelitian ini menganalisis persepsi guru Sekolah Dasar terhadap pendekatan STEM dalam pembelajaran di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, penelitian ini melibatkan 50 guru sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran guru terhadap pentingnya STEM dalam kehidupan modern cukup tinggi, dengan skor rata-rata lebih tinggi di Kabupaten dibandingkan Kota. Namun pemahaman terhadap konsep dasar STEM masih berada dalam kategori netral, menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas guru dalam aspek ini. Sementara itu, tingkat kefasihan guru dalam penerapan STEM dalam pembelajaran menunjukkan kategori setuju di kedua wilayah, menandakan kesiapan yang cukup baik dalam penerapan di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pendekatan STEM, sehingga dapat diimplementasikan secara optimal dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Kata Kunci: Persepsi Guru, STEM, Pembelajaran.