Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN SEAWALL MODIFIKASI POLDER BERBASIS SELF-CLOSING FLOOD BARRIER DAN SMART WATER SQUARES PADA KAWASAN PESISIR Aziz, Hafif Ahmad Abdul; Putri, Laura Angelina Aprilianta Eka; Setiawan, Wendik; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Dewi, Mega Septia Sarda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.33820

Abstract

Global climate change, rising temperatures, and rising sea levels are major challenges today. Based on data from the WMO and European Union climate monitors, global temperatures have exceeded the 1.5°C threshold.  Without immediate action, the impacts of climate change in coastal areas will become increasingly difficult to address, threatening the well-being of future generations. The IPCC report (2021) predicts a sea level rise of 0.29 to 0.59 meters by 2100, which will impact coastal areas, including Indonesia, with the potential for annual flash flooding by 2050. This research aims to develop innovative solutions to overcome the impact of sea level rise due to glacier melting, namely in the form of planning and Seawall design analysis with modification of polder based on self-closing flood barriers and smart water squares. The method used is research & development with Stanford's design-thinking approach, which includes analyze, define, design, implementation, and evaluation. The result is the planning and design of Seawall ideas with modifications of polder based on self-closing flood barriers and smart water squares. The system combines automatic flood closure gate technology and design for water intake, recreation, and stormwater management, to improve the protection, sustainability of ecosystems, and the quality of life of coastal communities. This research is expected to overcome the impact of sea level rise and tidal flooding, as well as strengthen resilience to climate change in coastal areas. Abstrak Perubahan iklim global, peningkatan suhu, dan kenaikan permukaan air laut merupakan tantangan besar saat ini. Berdasarkan data WMO dan pemantau iklim Uni Eropa, suhu global telah melebihi ambang batas 1,5°C. Tanpa tindakan segera, dampak perubahan iklim di wilayah pesisir akan semakin sulit diatasi, mengancam kesejahteraan generasi mendatang. Laporan IPCC (2021) memperkirakan kenaikan permukaan laut 0,29 hingga 0,59 meter pada 2100, yang akan berdampak pada wilayah pesisir, termasuk Indonesia, dengan potensi banjir rob tahunan pada 2050. Penelitian ini bertujuan mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi dampak kenaikan permukaan air laut akibat pencairan gletser yakni berupa analisa perencanaan dan perancangan Seawall dengan modifikasi polder berbasis self-closing flood barrier dan smart water squares. Metode yang digunakan adalah research & development dengan pendekatan design-thinking Stanford, yang meliputi analyze, define, design, implementation, dan evaluation. Hasilnya adalah perencanaan dan perancangan gagasan Seawall dengan modifikasi polder berbasis self-closing flood barrier dan smart water squares. Sistem ini menggabungkan teknologi pintu penutup banjir otomatis dan desain untuk penyerapan air, rekreasi, serta pengelolaan air hujan, guna meningkatkan perlindungan, keberlanjutan ekosistem, dan kualitas hidup masyarakat pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi dampak kenaikan permukaan air laut dan banjir rob, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir.
Perencanaan Bangunan Breakwater Di Pelabuhan Perikanan Pt. Mitra Jaya Samudra Kota Bitung Dewi, Mega Septia Sarda; Lasminto, Umboro; Sarwonno, Bambang
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64725

Abstract

Kota Bitung banyak terdapat pelabuhan perikanan salah satunya adalah pelabuhan perikanan PT. Mitra Jaya Samudera. Sebuah pelabuhan perikanan harus memiliki bangunan pengaman pantai agar dapat melindungi wilayah tersebut. Oleh karena itu diperlukan bangunan breakwater untuk melindungi pelabuhan. Dalam merencanakan struktur breakwater diperlukan data angin, pasang surut air laut, data batimetri dan data tanah yang akan dianalisis. Data angin untuk analisis perhitungan peramalan gelombang, data pasang surut untuk perhitungan kedalaman letak struktur, peta batimetri untuk perencanaan layout dan data tanah untuk kestabilan tanah. Data yang berkaitan dengan gelombang air laut dianalisis menggunakan software Delft3D untuk mendapatkan tinggi gelombang yang digunakan sebagai desain struktur bangunan. Hasil dari analisis menggunakan software Delft3D diperoleh tinggi gelombang rencana di sekitar struktur sebesar 1,5 m dan lokasi struktur pada kedalaman 3 m. Struktur bangunan terdiri dari bagian kepala dan lengan. Bagian kepala dengan kemiringan 1:2 dan bagian lengan dengan kemiringan 1:1,5. Struktur breakwater terdiri dari 3 layer yaitu lapisan utama berdiameter batu 0,6 m, lebar puncak 4 m, tebal lapisan 1,6 m, lapisan kedua berdiameter batu 0,3 m, tebal lapisan 0,7 m, dan lapisan inti berdiameter batu 0,1 m