Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Nasaruddin Umar di Pondok Pesantren As'adiyah: Narasi Reformasi, Digitalisasi, dan Moderasi Islam Ahmad Khaerussalam
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji kepemimpinan transformasional Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA di Pondok Pesantren As’adiyah pasca Muktamar XV tahun 2022. Latar belakang penelitian ini bertumpu pada urgensi reformasi kelembagaan pesantren yang adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan moderasi beragama. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis arah dan strategi kepemimpinan beliau dalam mentransformasi manajemen, sistem pendidikan, dan peran pesantren di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber utama berupa dokumen muktamar, pidato resmi, karya tulis Anregurutta Nasaruddin Umar, serta dokumentasi media digital As’adiyah Channel. Data dianalisis dengan pendekatan tematik dan interpretatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kepemimpinan beliau ditandai oleh integrasi antara nilai tradisional dan inovasi modern. Konsep “New As’adiyah” menjadi narasi utama dalam restrukturisasi manajemen, penguatan jaringan alumni global, peningkatan kesejahteraan guru, serta digitalisasi pembelajaran. Strategi ini diperkuat dengan visi “One Management, One System” yang menjadikan As’adiyah sebagai pusat kaderisasi ulama moderat dan pemimpin umat masa depan. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa model kepemimpinan Nasaruddin Umar di As’adiyah merepresentasikan transformasi berparadigma spiritual, manajerial, dan kebangsaan.
TEOLOGI INKLUSIF DALAM AL-QUR’AN: TELAAH KRITIS PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID Baharuddin Baharuddin; Ahmad Khaerussalam
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman agama merupakan kenyataan sosiologis yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat Indonesia yang plural. Namun, perbedaan ini sering kali memicu konflik akibat interpretasi keagamaan yang eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep teologi inklusif dalam Al-Qur’an melalui pendekatan pemikiran Nurcholish Madjid. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka terhadap karya-karya Madjid dan analisis ayat-ayat Al-Qur’an seperti QS. Al-Baqarah: 62 dan QS. Ali Imran: 64. Hasil kajian menunjukkan bahwa Nurcholish Madjid menawarkan teologi inklusif berbasis tauhid universal, yang menghargai iman dan amal saleh lintas agama tanpa mengabaikan komitmen keimanan. Pemikiran ini mendorong terbentuknya ruang dialog lintas iman, penolakan terhadap paksaan beragama, dan pengakuan terhadap pluralitas sebagai kehendak ilahi. Kesimpulannya, teologi inklusif Madjid sejalan dengan nilai-nilai al-Qur’an dan relevan sebagai paradigma alternatif untuk membangun masyarakat majemuk yang adil dan damai.
The Concept of Taskhīr Al-Baḥr: Blue Economy Efforts to Advance the Economy of The Ummah Abdul Haqqi; Ahmad Khaerussalam
Al-'Allāmah: Journal of Scriptures and Ulama Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Contemporary Islamic Discourse: Hermeneutics, Spirituality, and Socioeconomic I
Publisher : The Ulama Cadre Education Program of Great Mosques of Istiqlal (PKUMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70017/al-allmah.v2i1.19

Abstract

This study explores the concept of taskhīr al-baḥr (subjugation of the sea) in the Qur’an and its implementation within the framework of the blue economy to promote the economic development of the Muslim community in Indonesia. It analyzes Surah an-Nahl [16]:14, which implies a mechanism for utilizing the sea and aquatic resources, and integrates it with the blue economy concept. The study finds that the concept of taskhīr al-baḥr produces an effective and efficient mechanism for the utilization of the sea and its resources through three aspects: the use of marine life as food, pearls as ornaments, and ships as a means of transportation. The integration of the taskhīr al-baḥr concept within the blue economy framework has the potential to advance the community’s economy through efficient resource utilization, job creation, and a balanced approach to production and consumption. This research contributes to the development of a model for marine resource management based on Qur’anic values and blue economy principles, which can be implemented in Indonesia’s marine policy.