p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Texere
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Texere

PEMBUATAN MASKER KAIN BERBAHAN POLIESTER KAPAS (TC) MENGGUNAKAN METODE PAPARAN PLASMA PIJAR DAN COATING ANTI BAKTERI DARI EKSTRAK DAUN EUCALYPTUS GLOBULUS Abdurrohman, -; Mayseptheny H., Resty; Vidia Putra, Valentinus Galih; Mecca, Anggi
Texere Vol 23, No 1 (2025): Texere Volume 23 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i1.06

Abstract

Masker menjadi salah satu bagian yang penting dan melekat pada wajah selama beberapa tahun terakhir. Bahkan hingga saat ini, Masker sudah menjadi kebutuhan dalam rangka menjaga kualitas udara yang kita hirup. Masker kain menjadi pilihan ekonomis karena dapat dipakai berulang-ulang namun penggunaan dalam waktu yang lama memberikan dampak yang kurang baik terhadap kulit wajah penggunannya. Modifikasi bahan masker menjadi pilihan untuk mengurangi dampak yang kurang baik terhafap wajah. Modifikasi permukaan menjadi salah satu pilihan ketika bahan tettron cotton (TC) sebagai bahan yang memiliki stabilitas dimensi yang baik dimodifikasi sifatnya untuk menaikan sifat adhesive nya. Paparan Plasma menjadi pilihan modifikasi yang ramah lingkungan untuk merubah sifat permukaan kain TC. Efek modifikasi permukaan akibat paparan plasma pijar diharapkan mampu menaikkan sifat adhesive, sehingga kain TC (tetteron cotton) yang semula memiliki sifat hidrofobik berubah menjadi hidrofilik dan dapat dilakukan penambahan sifat antibakteri. Dengan di tambahkannya sifat anti bakteri kain TC tidak hanya dapat menyaring udara sebagai bahan masker kain tetapi juga menjaga kulit wajah dari bakteri yang timbul akibat kelembaban selama penggunaan masker. Variasi yang diberikan dengan waktu proses treatment plasma yaitu 1.5, 2.5, 3.5, 4.5, 5.5 menit dengan jarak 4 cm. Kemudian variasi jarak yaitu 4 cm, 4.5 cm, 5 cm, 5.5 cm dan 6 cm pada waktu 5.5 menit selama pengujian. Hasil kebaharuan dari penelitian ini adalah dihasilkannya suatu produk masker kain yang memiliki sifat antibakteri dengan metode Coating Ekstrak Daun Eucalyptus Globulus serta berfungsi sebagai penghambat bakteri yang berpontensi masuk ke saluran pernapasan.
ANALISIS VARIASI KAWAT KONDUKTIF PADA KAIN PEMANAS Triyoko, Agung; Abdurrohman, -; Wijayono, Andrian; Nuramdhani, Ida
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal kain pemanas tipe rangkap yang memanfaatkan kawat nikelin sebagai elemen pemanas untuk aplikasi tekstil cerdas. Prototipe kain diproduksi menggunakan mesin narrow fabric dengan penyisipan kawat berdiameter 0,1 mm dan 0,3 mm dalam variasi jumlah serta tegangan suplai. Pengujian dilakukan untuk mengukur kecepatan kenaikan suhu, suhu maksimum yang dicapai, kemampuan mempertahankan panas setelah sumber energi dihentikan, serta pengaruh jumlah kawat terhadap karakteristik termal kain. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kawat dan besar tegangan berperan penting dalam menentukan laju pemanasan dan suhu akhir. Konfigurasi paling optimal diperoleh pada 4 kawat 0,1 mm dengan tegangan 3 V, serta 2–3 kawat 0,3 mm pada tegangan yang sama, yang mampu mencapai suhu terapi aman (50 °C) secara cepat. Sebaliknya, penggunaan tegangan 6 V menghasilkan suhu berlebih yang berpotensi membahayakan. Selain itu, kawat berdiameter 0,3 mm menunjukkan kemampuan penyimpanan panas lebih baik dibandingkan kawat 0,1 mm. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan jumlah kawat dan tegangan yang tepat untuk menghasilkan kain pemanas yang aman dan efisien bagi aplikasi tekstil cerdas.