Keyakinan dan Motivasi dalam pembelajaran sangat penting diterapkan, karena sikap disiplin bertujuan agar dapat menjaga dari perilaku yang menyimpang dan hal-hal yang dapat menganggu dalam proses pembelajaran. Potensi peserta didik dapat dilihat dari motivasi belajar yang dimiliki. Memiliki motivasi belajar yang tinggi merupakan sebuah penentu terhadap keberhasilan hasil belajarnya, sebaliknya jika memiliki motivasi yang rendah dapat menyebabkan kurangnya usaha belajar, yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap hasil belajar yang didapatkan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik random sampling, dimana kelas sebagai intact group. Random sampling adalah teknik penarikan sampel yang secara sederhana dengan cara random, yang dimaksud sederhana adalah pengambilan sampel langsung pada individu/kasus berdasarkan bilangan random yang lazim ada di buku-buku statistik atau berdasarkan undian (Dantes,2012 ). Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah Efikasi Diri dan Motivasi Belajar siswa sebagai hasil penerapan model konseling Behavioral teknik assertive training. Penelitian ini termasuk quasi eksperimen dengan rancangan penelitian “posttest non equivalent control group design”. Pengambilan sample digunakan teknik random sampling yang diperoleh kelas eksperimen yaitu X TSM 1 yang diberikan treatment konseling behavioral teknik assertive training sedangkan kelas X TSM 2 sebagai kelompok control tanpa diberikan treatment. Berdasarkan hasil perhitungan distribusi kecendrungan post-test efikasi diri dan motivasi belajar dapat disimpulkan bahwa post-test efikasi diri dan motivasi belajar cendrung rendah, setelah diberikan Treatment hasil Post-test efikasi diri dan motivasi belajar menjadi meningkat. Berdasarkan hasil ini dapat dilihat terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil post-test efikasi diri dan motivasi belajar.