Sinaga, Ika Sola
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bagaimana AI di Perhadapkan dengan Gereja Masa Kini yang Belum Memahami atau Bahkan Belum Mengenal AI Meliala, Christabel Imanuela Sembiring; Sirait, Yusniati; Sinaga, Ika Sola; Purba, Timothy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30855

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang pesat dan telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang spiritual dan kehidupan bergereja. Namun, di tengah kemajuan ini, masih banyak gereja, khususnya di konteks lokal dan tradisional, yang belum memahami atau bahkan belum mengenal konsep AI dan implikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana pemahaman gereja terhadap AI, serta bagaimana posisi dan respons gereja terhadap kehadiran teknologi ini dalam terang iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pemimpin gereja serta jemaat di beberapa gereja lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan antara kemajuan teknologi AI dan kesiapan gereja dalam meresponnya. Sebagian besar gereja masih memandang AI sebagai sesuatu yang asing, bahkan berpotensi mengancam nilai-nilai iman jika tidak dipahami dengan benar. Di sisi lain, AI juga menyimpan potensi besar dalam mendukung pelayanan gereja, seperti dalam bidang administrasi, penginjilan digital, dan pemuridan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi dan dialog teologis yang terbuka antara gereja dan teknologi, guna membangun pemahaman yang seimbang antara iman dan perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang bijak, gereja masa kini dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pelayanan tanpa kehilangan esensi spiritualitas Kristiani.